Sebelum menjabat Ketua Umum Partai Demokrat pada tahun 2020, AHY berkarier sebagai anggota TNI AD selama 16 tahun. Keriernya tergolong cemerlang dengan pangkat terakhir Mayor. Foto: Demokrat
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik jadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024). AHY menggantikan posisi Hadi Tjahjanto yang bersamaan juga dilantik menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Sebelum menjabat menteri, AHY banyak menghabiskan karier di militer. Putra pertama dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum menjabat Ketua Umum Partai Demokrat pada tahun 2020, berkarier sebagai anggota TNI AD selama 16 tahun. Keriernya tergolong cemerlang dengan pangkat terakhir Mayor.
Dirangkum Erakini dari berbagai sumber, pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 menghabiskan masa kecil di berbagai wilayah berbeda karena mengikuti perjalanan tugas dan pendidikan sang ayah sebagai perwira TNI. AHY pernah tinggal di Jakarta, Bandung, Timor Timur, hingga Amerika Serikat. AHY sempat mengenyam pendidikan di Timor Timur ketika SBY bertugas di sana.
AHY mengenyam Sekolah Dasar (SD) tahun 1984 hingga 1988 di SD Kuntum Wijaya Kusuma Pasar Rebo ,Jakarta Timur. Tahun 1988 sampai 1991, AHY harus melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat karena ikut SBY. DI AS, AHY bersekolah di David J Brewer School, Leavenworth, Kansas.
Di sana AHY meraih sejumlah prestasi, di antaranya menjuarai Spelling Contest dan mendapatkan penghargaan dari Presiden AS George H W Bush kala itu. AHY lalu menempuh pendidikan sekolah menengah pertama di SMPN 5, salah sekolah favorit di Kota Bandung, pada tahun 1991. Semasa SMP AHY suka olah raga basket dan terpilih menjadi kapten tim di sekolahnya. Ia juga aktif dalam organisasi, sebagai ketua Seksi Bidang Olahraga pengurus OSIS SMPN 5 Bandung.
Karena harus mengikuti sang ayah yang kembali berpindah tugas, AHY pun pindah sekolah ke SMPN 20 Jakarta Timur pada tahun 1994. Usai menempuh pendidikan menengah pertama, AHY melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang tahun 1994. Selama pendidikannya, AHY merupakan murid yang aktif dan berprestasi.
AHY lulus dari SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1997. Ia menjadi lulusan terbaik dan mendapat penghargaan Bintang Garuda Trisakti Tarunatama Emas. Kiprah AHY boleh dibilang dimulai dari SMA Taruna Nusantara ini. Saat duduk di kelas XI, AHY menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Taruna Nusantara.
Kiprah AHY boleh dibilang dimulai dari SMA Taruna Nusantara ini. Lulus dari SMA Taruna Nusantara, AHY melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer (Akmil) dan lulus tahun 2000. Ia juga menjadi lulusan terbaik Akmil 2000 dan meraih Bintang Adi Makayasa..
Setelah melang melintang di militer selama 16 tahun, AHY akhirnya memilih banting stir. Pada tahun 2016, AHY didaulat oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN), menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Sebelum resmi mendaftar ke KPUD DKI Jakarta, AHY pada 23 September 2016 resmi mengajukan pengunduran diri sebagai anggota TNI AD kepada KSAD.
Namun, karier AHY ternyata tidak berjalan mulus di politik. AHY yang kala itu berduet dengan Sylviana Murni kalah cepat. Pilgub DKI 2017 diikuti tiga pasangan calon, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat, dan AHY-Silviana Murni.
Perolehan suara AHY-Sylviana Murni jauh tertinggal dari dua pasangan lainnya sehingga gagal di putaran pertama. Anies-Sandi dan Ahok-Djarot melaju ke putaran kedua, dan akhirnya dimenangkan pasangan Anies-Sandi.
Saat itu, AHY dengan kesatria mengakui kekalahan. Dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017) AHY menyatakan menerima kekalahan dengan sikap kesatria dan lapang dada.
Setelah kekalahan di Pilkada DKI, AHY kemudian memutuskan fokus di dunia politik. Pada Pemilu 2019, AHY mendapat tugas utama di Partai Demokrat sebagai komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma).
Tak butuh lama, pada Kongres V di Jakarta 15 Maret 2020, AHY didaulat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 usai mendapatkan dukungan dari 34 provinsi serta 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Terpilihnya AHY jadi ketua umum ternyata tidak berjalan mulus dan timbul gejolak di internal Partai Demokrat. Dimotori Moeldoko, sejumlah pengurus Partai Demokrat menggelar KLB di Deliserdang pada Maret 2021.
Setelah terjadi perselisihan panjang antara kubu AHY dan Moeldoko, Mahkamah Agung (MA) pada Agustus 2023 memutuskan menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan kubu Moeldoko, MA menilai perselisihan kepengurusan partai politik mesti diselesaikan sesuai mekanisme internal partai tersebut. Setelah putusan MA tersebut, AHY pun semakin mantap memimpim Partai Demokrat.
Menjelang Pemilu 2024, AHY kembali dijagokan Partai Demokrat untuk maju dalam Pilpres. Partai Demokrat awalnya bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang dimotori Partai NasDem dan PKS.
AHY sempat digadang-gadang bakal jadi Cawapres pendamping Capres Anies dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Tapi pilihan akhir ternyata jatuh kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Tidak terima dengan putusan ini, Partai Demokrat pada akhir September 2023 mencabut dukungan kepada Anies sebagai Capres di Pilpres 2024. Demokrat memilih keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan karena menggangap terjadi pengingkaran kesepakatan yang dibangun di awal.
Pada tanggal 21 September 2023, AHY resmi mendeklarasikan dukungan Partai Demokat kepada Prabowo Subianto. Keputusan itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
Pilihan AHY ini terbilang tepat. Capres yang diusung, yakni Prabowo, jika berdasarkan hasil quick count maupun real count sementara KPU, masih unggul dengan perolehan suara di atas 51%. Walaupun kabinet Prabowo-Gibran belum terlihat, akan tetapi AHY sudah mendapatkan hasil lebih awal dari pertarungan Pilpres 2024. Partai Demokrat yang hampir 10 tahun menjadi oposisi, kini kembali ke kabinet setelah AHY resmi dilantik jadi Menteri ATR. Selamat!