JAKARTA, (ERAKINI) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kembali berseteru. Perseteruan bermula ketika Gus Ipul mengajak PKB kembali ke pangkuan Nahdlatul Ulama usai Pemilu 2024 selesai.
“Kembalilah ke jalan yang benar yakni jalan yang sesuai dengan Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Ipul Minggu (18/2/2024) lalu. Menurut Gus Ipul, selama ini PKB mengklaim partainya warga NU. Karena itu, selayaknya PKB segera kembali bersama NU menerima apapun hasil Pemilu 2024.
Calon wakil presiden nomor urut 1, Cak Imin lalu membalas Gus Ipul. Cak Imin minta simpatisan dan pendukungnya untuk tidak menghiraukan Gus Ipul. Menurut dia, Gus Ipul adalah makelar yang mengatasnamakan NU.
“Selamat pagi para pejuang perubahan! Teruslah bekerja menjaga suara rakyat. Jangan hiraukan makelar yang namanya Saipul, mengatasnamakan NU padahal cuma makelar,” kata Cak Imin di akun X, Senin (19/2/2024).
Meskipun keduanya beberapa kali berseteru, siapa sangka dua politisi NU ini adalah sepupuan, dan merupakan keponakan jauh Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari nenek.
Silsilah keturunan Cak Imin dan Gus Ipul bertaut dengan Nahdlatul Ulama, dimulai dari KH Bisri Syansuri. Pengasuh pesantren Denanyar Jombang ini adalah salah satu ulama yang terkenal atas penguasaan di ilmu fiqih dan cabang ilmu agama Islam lainnya.
Buyut Cak Imin, KH Bisri Syansuri adalah orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Sejak muda ia telah melancong keluar daerah untuk belajar kepada kiai-kiai alim. Pada tahun 1912, dirinya bahkan berangkat ke Makkah bersama KH Abdul Wahab Hasbullah untuk menuntut ilmu selama 2 tahun. Di Mekkah, KH Bisri Syansuri menikahi Hj Nur Khadijah yang tidak lain adalah adik KH Abdul Wahab Hasbullah.
Setelah menikah keduanya pun kembali ke tanah air pada tahun 1917, keduanya menetap di Denanyar Jombang dengan mendirikan Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif. Pesantren ini merupakan Pesantren pertama yang kala itu membuat kelas khusus perempuan padahal masa itu perempuan yang masuk pesantren tidaklah lazim.
Kemudian, pada tahun 1926 KH Bisri bersama KH Abdul Wahab Hasbullah serta gurunya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Melalui pernikahannya dengan Hj Nur Khodijah, KH Bisri Syansuri dikaruniai sembilan anak, anak tertuanya meninggal di masa kecil yang sampai sekarang namanya tidak diketahui. Kemudian, secara berderet ada 8 anak yang tumbuh dan berkembang hingga menjadi orang-orang alim. Mereka yaitu KH Ahmad Bisri, Muhassomah, Muslihatun, Sholihah, Musyarofah, Solihun, Ali Abdul Aziz, Shohib.
Tidak hanya soal pendidikan agama dan pesantren, hampir semua anak KH Bisri Syansuri, kental dengan dunia perpolitikan Indonesia salah satunya adalah Nyai Sholihah yang kemudian menikah dengan KH Abdul Wahid Hasyim yang merupakan orang tua dari Gus Dur.
Jadi secara hubungan darah, baik Cak Imin maupun Gus Ipul masih merupakan keponakan jauh dari Gus Dur. Dari tautan darah bersama Gus Dur ini Cak Imin dan Gus Ipul mendapatkan rangkaian keturunan langsung dengan Pangeran Hadiwijaya atau Jaka Tingkir yang merupakan keturunan ketiga dari Syekh Siti Jenar.
Anak KH Bisri Syansuri yang lain, Muhasomah yang merupakan nenek dari Cak Imin menikah dengan KH Hasbullah Salim. Dari pernikahan ini lahirlah dua anak perempuan yaitu Hj Solihati dan Hj Muhasonah Hasbullah. Kedua anak dari pasangan inilah yang kemudian memiliki generasi yang menjadi pelaku politik Indonesia untuk masa sekarang, yaitu Cak Imin dan Gus Ipul,
Hj Solihati menikah dengan KH Ahmad Yusuf Cholil yang dikaruniai 6 anak, 2 diantaranya adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang merupakan Sekjen PBNU dan Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan.
Sedangkan adiknya, Hj Muhasonah Hasbullah menikah dengan KH Muhammad Iskandar dan melahirkan 6 orang anak, diantaranya Cak Imin dan Gus Halim Iskandar–Mendes PDTT.
Dalam kenangan Cak Imin, ayahnya adalah sosok guru terbaik yang mengajarkan dirinya untuk peduli dengan sesama. Lalu dari ibunya, Cak Imin ini diajarkan untuk mewarisi sifat-sifat Rasulullah. Karenanya, dalam berbagai kesempatan Cak Imin selalu memperhatikan dua sisi ini sebagai warisan dari keluarganya.
Saudara Cak Imin yang lain yaitu Hasbia, yang merupakan istri dari M Nasir mantan Menristekdikti, Abdul Alam dan Istiqomah yang merupakan istri dari Anwar Sanusi yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja.
Tak hanya dengan Gus Ipul, Cak Imin juga pernah berkonflik secara langsung dengan Gus Dur tahun 2008 silam, saat Ketua Dewan Syuro dan Dewan Tahfidz PKB memberhentikan Muhaimin sebagai ketua umum. Sebelumnya, pada tahun 2005, PKB kubu Gus Dur sempat memecat Muhaimin karena dianggap “main sendiri ke istana”.
Hal itu dilakukan karena Cak Imin dinilai berkali-kali melakukan kesalahan hingga memiliki ambisi yang besar menjadi wakil presiden dalam Pemilu 2009. Tak hanya itu, Cak Imin juga disebut-sebut sempat berkonspirasi dengan seorang jenderal yang dekat dengan pemerintah guna menggulingkan posisi Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.
Buntut dari permasalahan tersebut kemudian menjalar ke ranah daerah. PKB kubu Gus Dur disebut banyak memecat sejumlah pendukung Muhaimin. Cak Imin kemudian menggugat Gus Dur ke pengadilan dan menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB pada Mei 2008.
Muhaimin berhasil memenangkan sidang sekaligus dianggap telah menyingkirkan lingkaran Gus Dur dari PKB, termasuk memecat Gus Ipul dari jabatan Sekjen PKB dan Menteri SBY.
Dalam KLB tersebut, Cak Imin juga ditetapkan sebagai ketua umum. Kendati konflik itu akhirnya berangsur meredam, namun Cak Imin kerap "perang" opini dengan salah satu putri Gus Dur, Yenny Wahid.