Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-11 di Dunia
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, Jakarta menempati peringkat ke-11 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Sabtu (16/5) pagi.
Pada pukul 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat di angka 114. Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan konsentrasi partikel halus (PM2.5) yang cukup tinggi.
Di peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk adalah Lahore, Pakistan dengan AQI sebesar 171. Disusul Kota Kuwait di Kuwait (160), Chengdu di China (158), serta Dubai di Uni Emirat Arab (153).
Menanggapi kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk memperluas sistem pemantauan kualitas udara. Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya akan meniru langkah kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.
“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan, kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” ujar Asep di Jakarta, Selasa (18/3).
Ia menambahkan, keterbukaan data menjadi langkah penting dalam perbaikan kualitas udara yang berkelanjutan. Menurut Asep, data polusi udara harus disampaikan secara transparan kepada publik agar upaya penanganannya dapat dilakukan secara efektif.
DLH DKI Jakarta juga menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) guna memperluas jangkauan pemantauan di berbagai titik ibu kota.

















