Pasangan bakal cagub dan cawagub Jakarta, Ridwan Kamil (RK) dan Suswono, sudah bersiap mendaftar ke KPUD DKI. Keduanya memilih mengenakan pakaian adat Betawi. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Pasangan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jakarta, Ridwan Kamil (RK) dan Suswono, sudah bersiap mendaftar ke KPUD DKI. Keduanya akan mendaftarkan diri maju Pilkada Jakarta 2024 mengenakan pakaian adat Betawi.
Saat ini RK-Suswono sudah berada di Hotel Max One, Kramat, Jakarta Pusat. Keduanya tiba sejak pukul 11.38 WIB. Kehadiran RK dan Suswono disambut pendukung dan partai pengusung.
Keduaya mengenakan pakaian adat Betawi, baju Sadaria, dengan koko putih dan sarung berwarna oranye yang dilipat dan dikalungkan di leher. Rencananya, Ridwan Kamil dan Suswono akan bergerak menuju KPUD Jakarta sekitar pukul 13.30 WIB untuk proses pendaftaran.
"Sudah ada gabungan dari perwakilan partai dan masyarakat, termasuk dari Betawi, yang antusias untuk ikut mendampingi kami. Kami mengatur agar jumlah peserta tidak terlalu banyak mengingat keterbatasan tempat," ujar Ridwan Kamil setelah menerima surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, Selasa (27/8/2024).
RK menyebutkan bahwa proses pendaftaran ini dijadwalkan setelah waktu salat Zuhur. Alasan pemilihan waktu tersebut untuk menghindari jam-jam sibuk yang dapat menyebabkan kemacetan.
"Kami memilih waktu yang tidak mengganggu lalu lintas dan memastikan tidak ada kerumunan yang terlalu besar, semua sudah dilakukan setelah waktu ibadah," tukasnya.
Hari ini, pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDIP telah mendaftarkan diri ke KPUD. Dengan demikian, RK-Suswono akan jadi pasangan kedua yang mendaftar ke KPUD untuk mengikuti kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Pada kontestasi Pilkada Jakarta 2024 ini, pasangan RK-Suswono diusung oleh 12 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Ke-12 partai pengusung tersebut, yakni Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Garuda, dan Partai Gelora, .
Kemudian, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Perindo, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).