JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Prof Muhammad Ishom terus menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat, terutama jemaah pengajian di Jakarta Barat dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Adapun perbincangan terkait sosok Prof Ishom bukan mengarah pada konflik apalagi gosip miring, tetapi kedalaman ilmu agamanya yang mengundang dercak kagum, terlebih bagi mereka yang menyimak pengajian atau mengikuti mata kuliah yang diampunya.
Prof Ishom dikenal sebagai guru besar Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sekaligus kondang yang kerap tampil di berbagai acara dan majelis taklim serta acara pengajian lainnya.
Pengalaman panjang dalam menuntut ilmu agama Islam di berbagai pondok pesantren, menjadikan sosok Prof Ishom sebagai pendakwah yang dikagumi, terlebih penyampaiannya soal syariat dan fenomena keagamaan yang mudah dipahami.
Karena pengalaman dan prosesnya yang panjang dalam berdakwah, Kementerian Agama (Kemenag) pada 2018 lalu memasukkan nama Prof Ishom sebagai 100 Top Pendakwah yang direkomendasikan untuk diundang di acara-acara pengajian.
Saat itu, Kemenag yang dipimpin Lukman Hakim Saifudin beralasan, masuknya 200 pendakwah yang direkomendasikan Kemenag yang di dalamnya ada sosok Prof Ishom dilihat dari 3 indikator, pertama, penceramah yang memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam. Kedua, memiliki pengalaman yang cukup dalam berdakwah, dan ketiga, terbukti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.
Dengan adanya rilis dari Kemenag tersebut, Prof Ishom setara dengan penceramah atau pendakwah lain seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan ratausan pendakwah ternama lainnnya.
Penasaran dengan sosok Prof Ishom? berikut ulasannya:
Dilansir dari situs resmi UIN Banten pada Kamis (8/6/2025), Prof Ishom atau Prof. Dr. Muhammad Ishom, S. Ag., MA lahir di Demak pada 23 Juni 1976. Prof Ishom merupakan Pegawai Negeri Sipiil (PNS) dengan pangkat gol Pembina (IV/a) dan pada 1 April 2025 lalu telah ditetapkan sebagai Guru Besar di UIN Banten oleh Kemenag. Pendakwah yang berdomisili di Cengkareng, Jakarta Barat ini telah 19 tahun lamanya mengajar di Fakultas Syariah IAIN atau sekarang menjadi UIN Banten.
Riwayat Pendidikan
Tempat pertama mendapatkan pendidikan formal Prof Ishom dimulai dari Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Assirojiyah Demak lulus tahun 1988, kemudian Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Futuhiyyah I Mranggen Demak lulus 1991, Madrasah Aliyah (MA) Futuhiyyah I Mranggen Demak lulus 1994, S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Syariah / Peradilan Agama lulus 1999, S2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Fiqh Siyasah lulus 2001, dan S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Hukum Islam lulus 2012.
Selain pendidikan formal, Prof Ishom juga mengeyam pendidikan non formal yang menjadikannya sosok pendakwah yang dikagumi, yaitu Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, 1989 -1994, dan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta 1994-1999.
Riwayat Pekerjaan
Selain sebagai pendakwah dan PNS di UIN Banten, Prof Ishom juga mengabdikan diri mengajar di sejumlah kampus, pertama sebagai Direktur P2MP Jakarta (2003-2005), Dosen Tidak Tetap STAINU Jakarta (2006-2012), Dosen Tidak Tetap Pascasarjana UNUSIA Jakarta (2018-sekarang). Adapun menjadi dosen Tetap di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dimulai pada 2007 hingga sekarang.