Dikutip dari laman resmi Kodam II/Sriwijaya, Jumat (6/12/2024), Mayjen Naudi lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 18 April 1969. Naudi beragama Islam dengan suku Sunda.
Naudi menamatkan sekolah dasar (SD) tahun 1982, SMP 1885, dan SMAN 2 Kuningan tahun 1988. Lulus SMA, Naudi masuk Akmil dan lulus tahun 1991 dari kecabangan Artileri Medan (Armed).
Naudi tergolong perwira TNI yang peduli pendidikan. Di tengah tugasnya sebagai tentara, ia tetap menyempatkan kuliah. Ia berhasil meraih gelar S1 pada tahun 1996. Tak cukup di situ, ia kemudian melanjutkan S2 dan meraih gelar Magister Sains Pertahanan tahun 2012. Menariknya, ia kembali kuliah S2 dan memperoleh gelar Magister Terapan Ilmu Pertahanan pada 2018.
Untuk mendukung kariernya di militer, Naudi telah mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan. Setahun setelah lulus Akmil, Naudi mengikuti pendidikan Sussarcab Armed tahun 1992. Selanjutnya, Suslapa-I/ART tahun 1998, Diklapa II/Armed tahun 2000, dan Seskoad TNI tahun 2006.
Puncak dari pendidikan militernya adalah saat lulus sebagai lulusan terbaik dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI pada tahun 2014. Terakhir ia mengikuti pendidikan Lemhanas tahun 2019. Naudi juga menjalani pendidikan spesialisasi, termasuk latihan bahasa Inggris, GPO Course di Australia, dan berbagai kursus terkait dengan taktik dan strategi militer.
Naudi memulai karier militer dengan pangkat Letnan Dua yang ditempatkan di Yon Armed 11/Kostrad pada tahun 1992. Naudi menghabiskan karier di Yon Armed 11/Kostrad hingga tahun 1998 dan menduduki sejumlah posisi dengan pangkat terakhir Kapten.
Pada tahun 2000 ia mencoba pertualangan baru sebagai PS Kasi Siapsat Binsen Pussenart TNI AD. Setahun kemudian, ia dimutasi menjadi Kasi Siapsat Binsen Pussenart TNI AD. Pada tahun 2002, Naudi naik pangkat menjadi Mayor. Dari sini kariernya semakin melejit dan menduduki sejumlah posisi penting di Kodam Jaya dan Kodiklat TNI AD.
Tahun 2007, Naudi menyandang pangkat Letkol setelah dipromosikan menjadi Kadeptikstaf Pusdik Armed, Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) Kodiklat TNI AD. Setelah berpetualang dengan beberapa tempat, Naudi akhirnya dipercaya menjabat Dandim 0811/Tubam pada tahun 2010.
Ia sempat menduduki jabatan Pabandya 2 Jianstra Spaban I/Renstra Jemen Srenad tahun 2011. Pada tahun 2012 Naudi dipercaya mengemban tugas sebagai Danmenarmed 2 Kostrad dan pangkatnya naik menjadi Kolonel.
Saat berpangkat Kolonel, Naudi terus berpindah jabatan hingga terakhir sebagai Pamen Mabesad (Lemhanas) tahun 2018. Tahun 2020, Naudi akhirnya pecah bintang dengan menduduki jabatan sebagai Danpusdik Armed Pussenarmed Kodiklat AD.
Kariernya pun semakin moncer, hingga dipercaya menjabat Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo Kodam II/Sriwijaya pada 2021 hingga 2022. Tahun 2023, Brigjen Naudi dipindah ke Cimahi, Jawa Barat, untuk menggantikan posisi Mayjen TNI Yudhy Chandra Jaya sebagai komandan Dewa Perang TNI, yakni Komandan Pussenarmed.
Dengan jabatan baru ini Naudi otomatis naik pangkat satu tingkat menjadi Mayjen. Namun, hanya lima bulan menjabat Komandan Pussenarmed, Panglima TNI Agus Subiyanto kembali mempromosikan sobatnya di Akmil itu jabatan baru. Tahun 2024, Naudi dikembalikan ke Bumi Sriwijaya.
Tapi kali ini ia kembali menjadi orang nomor 1 di Kodam II/Sriwijaya lewat surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024 tertanggal 22 Maret 2024. Tetapi Naudi baru secara resmi memulai tugas sebagai Pangdam II/Sriwijaya sejak 19 April 2024 hingga sekarang.
Kodam II/Sriwijaya adalah Komando Daerah Militer TNI AD yang meliputi wilayah Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Markas Kodam II/Sriwijaya berada di Palembang, Sumatera Selatan.