Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro (Foto: Dok Kemendikbudristek)
JAKARTA, (ERAKINI) - PresidenPrabowo Subianto dikabarkan mencopot Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro dari jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI. Namun demikian, PresidenPrabowo memberikan kesempatan kepada Prof Satryo untuk mengabdi dengan mengangkatnya menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dalam jabatan ini, Prof Satryo akan menggantikan Hinsa Siburian.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan jurnalis istana pada Rabu (19/2/2025), saat ini rumah dinas Mendiktisaintek di Jl Widya Chandra, Jakarta, sudah dikosongkan Prof Satryo.
Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Brian Yuliarto disebut-sebut akan menggantikan posisi Prof Satryo di Kemendiktisaintek.
“Kabarnya beliau dilantik jadi Kepala BSSN,” tulis keterangan yang beredar di grup jurnalis Istana.
Sebelumnya, Prof Satryo menjadi perhatian publik karena sederet kontroversi yang ia buat. Hal itu sebagaimana kesaksiaan para pegawai Kemendiktisaintek dalam pemberitaan media massa.
Lalu apa saja kontroversi Prof Satryo? berikut ulasannya:
Lewat sebuah rekaman suara yang diduga milik Satryo, terdengar seseorang berbicara dengan nada tinggi, menghardik bawahannya dengan kata-kata kasar. Rekaman itu beredar luas di media sosial, beberapa masyarakat meyakini rekaman itu asli suara Prof Satryo.
Terkait ini, Prof Satryo sendiri telah membantahnya. Dia menegaskan bahwa suara dalam rekaman tersebut bukan suaranya. Dia juga menegaskan tidak pernah melakukan tindakan kasar terhadap bawahannya.
2. KIP Kuliah dipotong dan UKT bakal naik imbas efisiensi anggaran
Sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran, Prof Satryo pernah menyampaikan perihal beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang akan mengalami pemotongan sebagai akibat dari kebijakan tersebut. Tak hanya itu, Prof Satryo juga bicara kemungkinan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa akan mengalami kenaikan.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa. Setelah mendapatkan banyak kritik, Prof Satryo kemudian mengklarifikasi bahwa pemotongan tidak akan berdampak pada mahasiswa yang sudah menerima beasiswa. Prof Satryo juga menegaskan bahwa UKT tidak akan mengalami kenaikan.
Kontroversi paling disorot dari Prof Satryo adalah didemo oleh para pegawai Kemendiktisaintek pada awal Januari 2025 lalu. Demonstrasi itu diduga terkait dengan pemberhentian mendadak seorang pegawai secara verbal, yang dianggap sewenang-wenang.
Namun, saat itu Satryo membantah melakukan sewenang-wenang. Dia mengatakan bahwa demonstrasi terjadi karena adanya kebijakan mutasi besar-besaran di kementeriannya.
"Kita melakukan mutasi yang cukup besar, karena memang ada pihak yang tidak berkenan," ujar Satryo.