Jet tempur supercanggih Chengdu J-10 buatan China, segera mengudara di langit Jakarta, untuk memperkuat persenjataan TNI AU. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Jet tempur supercanggih Chengdu J-10 buatan China, segera mengudara di langit Jakarta, untuk memperkuat persenjataan TNI AU. Pesawat multiperan generasi 4,5 ini dibekali radar canggih, sistem avionik digital, dan kemampuan manuver ekstrem yang menempatkannya sejajar dengan jet legendaris seperti F-16 dan Rafale.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa pesawat tempur Chengdu J-10 akan segera diuji terbang di Jakarta. “Sebentar lagi terbang di Jakarta,” ujar Sjafrie, Rabu (15/10).
Meski demikian, Sjafrie belum mengungkapkan secara rinci waktu penerbangan perdana jet tempur tersebut. Pembelian pesawat tempur generasi 4,5 itu merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang dibahas Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan ke Beijing pada September lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut membenarkan rencana pembelian 42 unit Chengdu J-10 atau Vigorous Dragon ini. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar 9 miliar dolar AS, atau sekitar Rp149,5 triliun, untuk pengadaan jet tempur tersebut.
SpesifikasiChengdu J-10 Chengdu J-10 merupakan pesawat tempur multiperan ringan buatan China yang dikembangkan oleh Avic Chengdu Aircraft Co Ltd. Jet bermesin tunggal ini sering disebut setara dengan F-16 Fighting Falcon milik Amerika Serikat dan Saab Gripen buatan Swedia.
Pengembangan J-10 dimulai pada 1988, dengan prototipe pertama terbang pada 1996 dan produksi dimulai sekitar 2005. Hingga kini, sudah banyak varian yang dikembangkan, di antaranya J-10A, J-10S, J-10B, J-10C, dan J-10CE (varian ekspor).
Pesawat ini memiliki panjang 16,9 meter, rentang sayap 11,3 meter, tinggi 5,7 meter, dan luas sayap 45,5 meter persegi. Secara desain, J-10 mengusung konfigurasi sayap delta tanpa ekor dengan sirip vertikal miring ke belakang, membuatnya aerodinamis dan sangat lincah di udara.
Radar dan Sistem Avionik Canggih
Varian awal J-10 dilengkapi radar pulse-doppler Type 1473 buatan CETC. Sedangkan versi terbaru menggunakan radar AESA yang mampu mendeteksi target udara dan darat dengan presisi tinggi, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Selain radar, J-10 juga dibekali Forward-Looking Infrared (FLIR), laser designator pod, serta sistem navigasi digital canggih yang membuatnya tangguh dalam berbagai misi.
J-10 hadir dalam dua versi, yakni satu kursi (single seat) untuk pertempuran dan dua kursi (twin seat) untuk pelatihan serta misi elektronik. Kokpitnya dilengkapi sistem fly-by-wire digital, HOTAS (Hands On Throttle And Stick), Helmet-Mounted Sight, Head-Up Display (HUD), dan tiga layar multifungsi (MFD).
Fitur ini memungkinkan pilot mengontrol seluruh fungsi utama tanpa melepaskan tangan dari kendali, meningkatkan respons dan efektivitas di medan tempur.
Mesin dan Persenjataan Lengkap
Versi awal J-10 menggunakan mesin AL-31FN buatan Rusia yang mampu menghasilkan dorongan 123 kN. Versi lanjutan, AL-31FN M1, menghasilkan hingga 132,5 kN dengan fitur *thrust vectoring nozzle* untuk manuver ekstrem.
Kecepatan maksimum J-10 mencapai Mach 2,2 (2.327 km/jam), dengan ketinggian operasional hingga 18.000 meter, jangkauan tempur 550 km, dan jarak terbang maksimum 1.850 km.
J-10 memiliki 11 hardpoint untuk membawa berbagai jenis persenjataan, di antaranya:
- PL-8: Rudal berpemandu inframerah jarak pendek hasil lisensi Israel Python-3.
- PL-11: Rudal jarak menengah versi lokal Aspide Italia.
- PL-12: Rudal udara-ke-udara berkecepatan Mach 4 hasil kolaborasi dengan Rusia.
- R-73 dan R-77: Rudal tempur jarak pendek dan menengah buatan Rusia.
Selain itu, J-10 mampu membawa bom berpemandu laser, rudal anti-kapal YJ-8K, rudal serangan darat C-802, serta rudal anti-radiasi YJ-9. Pesawat ini juga dilengkapi meriam internal 23 mm untuk pertempuran jarak dekat.
Dengan teknologi mutakhir, sistem avionik canggih, dan kemampuan tempur serbaguna, J-10 berpotensi menjadi pengganti alami armada F-16 dan Hawk 200 yang mulai menua, sekaligus menandai babak baru kebangkitan kekuatan udara nasional.