Brigjen Roy Hardi Ditunjuk Jadi Kapolda Jateng, Ini Profilnya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kapolri Jenderal Suyudi menunjuk Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah. Ia menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam telegram itu, Irjen Ribut Hari Wibowo mendapat penugasan baru sebagai Wakalemdiklat Polri. Sementara itu, Brigjen Roy Hardi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) Badan Narkotika Nasional (BNN).
Selama bertugas di BNN, Roy Hardi terlibat dalam sejumlah operasi pemberantasan narkotika, termasuk pengejaran buronan internasional. Roy Hardi tercatat pernah bekerja bersama Kapolri Suyudi Ario Seto ketika keduanya bertugas di BNN.
Saat Suyudi menjabat Kepala BNN, Roy Hardi memimpin operasi senyap lintas negara untuk mengamankan Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional yang disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan sabu.
Informasi keberadaan Dewi Astutik di Kamboja diterima pada 17 November 2025. Suyudi kemudian mengeluarkan surat perintah dan membentuk tim untuk melakukan penangkapan. Tim tersebut berangkat ke Kamboja pada 25 November 2025 dan tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025.
Tim kemudian berkoordinasi dengan KBRI dan Kepolisian Kamboja sebelum melakukan penangkapan. Dewi Astutik ditangkap pada 1 Desember 2025 siang waktu setempat di sebuah hotel di Sihanouk, Kamboja. Saat ditangkap, Dewi berada di dalam mobil Toyota Prius bersama seorang pria.















