Gempa Megathrust Bukan Ancaman Baru, BMKG Minta Pemda Kosongkan Lepas Pantai
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut kembali menjadi sorotan belakangan ini. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta pemerintah daerah mempersiapkan mitigasi.
Dwikorita mengatakan, pemerintah daerah perlu mempersiapkan tata ruang yang aman dan mampu menampung masyarakat, sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang dapat mengakibatkan tsunami.
"Pemerintah daerah itu sudah diajak bersama-sama menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan sistemnya, adakah jalur evakuasinya, adakah tempat shelter evakuasi," ujar Dwikorita kepada wartawan, Selasa, 20 Agustus 2024.
Dwikorita menyarankan agar zona-zona rawan seperti daerah dekat laut dan pantai, dikosongkan dan mendirikan banyak bangunan.
"Di pantai itu dibatasi, jangan dibangun bangunan-bangunan. Kalau sampai dibangun hotel, hotelnya harus siap menghadapi (megathrust), diwajibkan bangunannya mampu tahan 8,5 magnitudo," tandasnya.
Dwikorita mencontohkan, DIY merupakan salah satu pemda yang telah menyiapkan tata ruang yang aman dalam menghadapi potensi gempa Megathrust pada pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.
"Yogyakarta International Airport itu sudah disiapkan untuk menghadapi . Jadi dibangun Insya Allah desainnya dirancang tahan 8,5 magnitude," ucapnya.


















