Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat tampil di acara Podcast Deddy Corbuzier. Foto: YouTube
JAKARTA, (ERAKINI) - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait kondisi kesejahteraan prajurit TNI saat ini, terutama matra darat. Ia menyebut data yang disampaikan Anies Baswedan saat Debat Capres baru-baru ini tidak akurat.
"Kalau melihat Debat (Capres) kemarin, menurut saya datanya enggak lengkap, lebih kepada tendensius kepada salah satu calon," ujar Dudung dalam Podcast Deddy Corbuzier dilihat, Rabu (17/1/2024).
Diketahui, Capres Anies saat sesi debat dengan Prabowo Subianto pada Minggu (7/1/2024) malam, mengungkapkan data-data miris terkait kesejahteraan prajurit TNI.
Anies menyebut banyak tentara saat ini tidak memiliki rumah dinas. "Tentara kita separuhnya tidak punya rumah dinas, sementara menterinya (Menhan) punya lebih 340.000 hektare tanah di republik ini," kata Anies.
Dudung membeberkan, kesejahteraan prajurit-prajurit TNI saat ini sudah jauh lebih bagus. Sepengetahuannya, KSAD-KSAD memiliki perhatian serius terkait perumahan prajurit.
"Sekarang jauh lebih enak kalau menurut saya dibandingkan waktu saya Letnan Dua, sekarang sudah bagus. Dulu zaman pak Mulyono (KSAD tahun 2015) ada sistem blok, kalau bangun semua dirobohkan tidak ada sistem rehab. Zaman Pak Andika juga (KSAD tahun 2018), dibuat modern juga. Sekarang sudah luar biasa lah. Bahkan zaman saya sudah menyentuh ke kesatuan-satuan teritorial yang selama ini kurang terjamah," beber Dudung.
Ia menjelaskan, dalam membangun rumah prajurit tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sebab anggaran merupakan usulan dari masing-masing matra kepada Kemhan. Jadi setiap matra bisa membuat kebijakan masing-masing terkait perumahan prajurit.
"Perumahan prajurit tidak serta-merta dari Kemenhan. Ada juga dari Kementerian PUPR, sehingga tidak serta-merta tanggung jawab Menhan. Tapi yang jelas bukan dari Mabes TNI," ungkapnya.
Oleh karena itu, Dudung juga menyoroti nilai kinerja Kemhan selama kepemimpinan Prabowo. Ia tidak setuju dengan nilai yang diberikan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
“Menteri Pertahanan kita Bapak Prabowo berapa nilainya pak?” tanya Deddy ke Dudung. Tanpa berpikir, Dudung langsung menjawab 99,9. Ia menilai Prabowo tidak pantas mendapat nilai jeblok. “Kalau menurut saya 99,9,” tegas KSAD periode 2021-2023 ini.
"Selama saya jadi KSAD, saya melaporkan kepada Menhan, bahwa kondisi perumahann prajurit begini segala macam, beliau (Prabowo) responsnya cepat sekali," tambahnya.
Selama ia menjabat KSAD, Dudung mengaku sudah banyak merenovasi perumahan TNI. Bahkan tidak hanya rumah satuan-satuan tempur, pusdik-pusdik sudah direnovasi.
"Dari tahun 60 tidak pernah dirahab, sekarang sudah direhab. Makanya kalau cari data ke orang yang akurat kasih informasinya, jangan kemudian dikasih isu-isu yang negatif," tukas Dudung yang menyatakan tidak memihak salah satu paslon di Pilpres 2024.
"Saya tidak ingin terkesan bahwa kalau kita ikut tim pemenangan, konotasinya mengincar jabatan. Siapa pun yang menang, silakan aja. Saya tidak mau seperti, seakan-akan ada harapan (keinginan) untuk menjabat," katanya.
Melihat fenomena politik sekarang ini, Dudung lebih memilih menjadi seorang petani. Bagi dia bertani juga bisa berkontribusi bagi negara dan bangsa.
"Dari awal memang (pensiun) saya ingin bertani, dan saya sudah bertani memang. Baru panen singkong di Leuwiliang (Bogor), lumayan lah, tanahnya 1.500 meter," pungkasnya.