Polri dan Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas sistem contraflow di Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai kemacetan, Sabtu (21/12/2024) siang. Foto: Jasa Marga
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, mengatakan, penerapan contraflow ini dilakukan atas diskresi kepolisian untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan.
"Rekayasa lalu lintas contraflow diterapkan untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas. Sejak pukul 09.40 WIB, satu lajur dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek dibuka untuk contraflow," kata Ria dalam keterangannya.
Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah mulai terjadi sejak Jumat (20/12/2024) malam hingga Sabtu pagi. Peningkatan volume kendaraan terutama didominasi oleh kendaraan pribadi, yang menyebabkan kemacetan di beberapa titik, termasuk di area rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.
PT Jasamarga Transjawa Tol terus memantau kondisi lalu lintas dan berharap rekayasa contraflow dapat membantu memperlancar perjalanan bagi para pengendara yang akan menuju Cikampek dan kawasan lainnya.
"Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, saldo uang elektronik mencukupi, serta pastikan bahan bakar dan daya kendaraan cukup. Selain itu, bawa bekal untuk menghindari kepadatan di rest area," kata Ria.
Jasa Marga mencatat sebanyak 307.831 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7- H-6 Natal 2024 yang jatuh pada periode Rabu-Kamis (18-19 Desember 2024).
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (menuju arah Merak), GT Ciawi (menuju arah Puncak), GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung).
"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 13,6% jika dibandingkan lalin normal (270.968 kendaraan) pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan periode Natal 2023, total volume lalin ini lebih rendah 0,6% (309.733 kendaraan)," ujar Corporate Communication and Community
Distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju tiga arah, yaitu mayoritas sebanyak 129.300 kendaraan (42%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 106.656 kendaraan (34,6%) menuju arah Barat (Merak), dan 71.875 kendaraan (23,3%) menuju arah Selatan (Puncak).