Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar di tubuh Polri sehari setelah resmi menjabat. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah sosok jenderal muda, Ahrie Sonta Nasution. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) —Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar di tubuh Polri sehari setelah resmi menjabat. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah sosok jenderal muda, .
Sebanyak 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dimutasi dan dirotasi melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, tersebut.
Di bidang hukum, Ahrie Sonta ditugaskan sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri. Dengan posisi itu, Ahrie Sonta menyandang pangkat Irjen atau bintang 2. Kini Ahrie Sonta masuk dalam daftar jenderal bintang 2 termuda di Polri.
Pangkat ini ia raih kurang dari setahun sejak resmi menyandang pangkat Brigjen atau bintang 1 pada Senin 6 Oktober 2025. Kala itu, di usia 44 tahun, menjadikannya sebagai jenderal termuda Polri.
Dirangkum Erakini, Sabtu (3/10/2026),
Ahrie Sonta merupakan lulusan Akademi Kepolisian RI (Akpol) tahun 2002.Pemilik nama lengkap Irjen Pol Dr Ahrie Sonta Nasution, SIK, MSi ini lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981.
Ahrie Sonta memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di Polri. Ia pernah menjadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Ajudan Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya berpengalaman di bidang operasional dan reserse, Ahrie Sonta jmemiliki latar belakang akademis yang kuat setelah berhasil meraih gelar Doktor (S3) di bidang Ilmu Kepolisian.
Guna memperdalam keahliannya, ia juga pernah menempuh berbagai pendidikan kedinasan internasional, antara lain di Politie Academy Apeldoorn (Belanda), Joint Special Operation University (Amerika Serikat), serta RSIS Nanyang Technological University (Singapura).
Selama bertugas, Ahrie Sonta pernah terlibat dalam sejumlah operasi besar. Ia tercatat menjadi bagian dari tim khusus Polri yang berhasil menangkap buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia.
Selain itu, ia pernah diterjunkan dalam Satgassus Nemangkawi di Papua, memimpin pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional, serta terlibat aktif dalam berbagai operasi kemanusiaan, termasuk penanganan musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Saat menjabat Kombes, Ahrie Sonta sempat menjadi sorotan setelah memberikan atensi pada kasus penganiayaaan yang dilakukan anak bos toko roti terhadap karyawati di Cakung, Jakarta Timur.
Kasus penganiayaan ini dilaporkan oleh korban pada 18 Oktober 2024. Peristiwa penganiayaan tersebut viral setelah sebuah video beredar di media sosial X (Twitter).
Ahrie Sonta kemudian turut menanggapi video yang viral itu. Dalam postingannya di akun X, Ahrie Sonta awalnya memastikan komitmen Polri menangkap pelaku. Beberapa jam kemudian ia mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap.
Saat itu, Ahrie Sonta merupakan ajudan baru Presiden Prabowo dari unsur Polri. Ahrie Sonta terpilih dari enam calon yang diusulkan Polri.
Ahrie Sonta sebelum terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo, merupakan Sespri Kapolri Jenderal Listyo Sigit sejak 18 Februari 2021.
Saat perwira menengah, Ahrie juga pernah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari AKBP menjadi Kombes. Ahrie menjadi orang pertama dari Akpol 2002 yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari melati dua ke melati tiga di pundak itu.
Di Korps Bhayangkara, Ahrie pernah bertugas di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum akhirnya menjadi Sespri Kapolri. Sebelum menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ahrie Sonta pernah bertugas sebagai Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sidoarjo. Kariernya semakin menanjak ketika tergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua. Ia pernah menjadi bagian dari tim penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia terkait korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali.
Tak hanya itu, Ahrie juga pernah mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar ketika menjabat Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Maka itu, Ahrie Sonta memiliki catatan menarik sebagai anggota Polri berprestasi, baik dalam bidang akademis maupun kedinasan.