BKN Perkuat Keamanan Digital bagi ASN Lewat Platform MFA
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Kepegawaian Negara (BKN) berkomitmen memperkuat keamanan digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui platform Multi-Factor Authentication (MFA). Menurut Wakil Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto, penguatan keamanan digital di lingkungan ASN sangat penting.
Haryomo menegaskan bahwa ancaman terhadap sistem informasi pemerintah bukan lagi sekadar potensi, melainkan telah menjadi realitas yang harus dihadapi bersama secara serius.
“Belajar dari pengalaman beberapa waktu lalu, kita telah menyaksikan bersama ancaman terhadap keamanan siber pemerintah. Ini bukan lagi potensi, tetapi sesuatu yang nyata. Insiden yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) menjadi pelajaran besar karena berdampak langsung pada terganggunya ratusan layanan publik di negara kita,” ujar Haryomo, seperti dikutip pada Jumat (11/4/2025).
Ia juga mengakui bahwa BKN sebagai wali data kepegawaian nasional tidak luput dari ancaman serupa.
“BKN juga menghadapi insiden yang menguji ketangguhan sistem kami, termasuk adanya indikasi kebocoran data yang sempat beredar di ruang publik. Kami tidak menutupi hal ini, justru kami menjadikannya sebagai pelajaran penting untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi secara serius, berkelanjutan, dan kolaboratif,” ucapnya.
MFA sebagai Pilar Keamanan Digital ASN
Sebagai langkah konkret, BKN mendorong penerapan Multi-Factor Authentication (MFA) sebagai bagian penting dari kebijakan keamanan data. Haryomo menegaskan bahwa MFA tidak boleh dipandang hanya sebagai fitur keamanan tambahan, melainkan sebagai pilar penting dari tata kelola digital yang akuntabel.

















