Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar saat meresmikan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan. (Foto: Kemenag).
JAKARTA, (ERAKINI) - Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan diresmikan oleh Menteri Agama () RI . Adapun rumah ini diinisiasi komunitas Buddhis dan difasilitasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha.
Menag Nasaruddin menegaskan, tempat ini akan menjadi ‘Rumah Besar Kemanusiaan’, wadah segala perbedaan bertemu dalam dialog yang teduh. Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag, Wisma Sangha Theravada jauh sebelum peresmian ini telah menjadi ruang dialog antariman.
Sejumlah tokoh keagamaan bersepakat menjadikan bangunan umat Buddha ini sebagai tempat berdialog, berdiskusi dan saling bertukar ide dan bertukar karya antarumat beragama.
Menag mengajak umat merenung bahwa perbedaan adalah desain agung Sang Pencipta, bukan sebuah kebetulan. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Moderasi Beragama bertujuan bukan untuk menyamakan persepsi, melainkan mencari titik temu (kalimatun sawa) demi menjaga keharmonisan.
"Dunia ini harus dibimbing dengan dua kekuatan: kekuatan konsentrasi yang mewakili keilmuan akademis, dan kekuatan kontemplasi yang mewakili spiritualitas. Rumah ini harus melahirkan manusia yang teduh, yang menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam," ujar Menag Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (27/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin juga sempat mengutip ayat 129 dari Kitab Dhammapada. Kitab ini sendiri menjadi panduan praktis moral, perilaku, kebajikan, dan kebijaksanaan umat Buddha untuk mencapai kebahagiaan serta Nibbana. Menag mengingatkan bahwa kedamaian batin mustahil diraih jika bumi tempat tinggal manusia penuh kerusakan.
"Semua orang takut akan hukuman; semua orang takut akan kematian. Setelah membandingkan orang lain dengan diri sendiri, hendaknya seseorang tidak membunuh atau mengakibatkan pembunuhan. Maka dari itulah, mari jadikan tempat ini pusat peningkatan intelektual, spiritualitas, dan kemanusiaan," katanya.
Bhante Dhammasubho Mahatera selaku tuan rumah acara menyambut peresmian ini dengan perspektif spiritual. Melalui Puja Mantra yang telah digelar non-stop selama 24 jam sejak hari sebelumnya, Bhante Dhammasubho mengingatkan momen ini dengan tujuan untuk menyucikan batin di tengah kemajuan dunia yang kerap kering spiritualitas.
Kemenag berharap, peresmian Rumah Moderasi Beragama ini menjadi oase di tengah hiruk-pikuk dunia. Dengan memadukan doa, pelestarian alam, dan dialog intelektual, Kemenag bersama elemen masyarakat Buddhis berikhtiar menjaga Indonesia tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua makhluk, sesuai semangat para pendiri bangsa dan ajaran luhur agama.
Turut hadir di acara ini Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, serta Menteri Agama Periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Putri Sulung Presiden Ke-4 RI Alissa Wahid, cendekiawan Yudi Latif, serta sejumlah perwakilan tokoh agamawan dan kebangsaan yang menjadi inspirasi pergerakan ini. Hadir pula, sejumlah rekan-rekan komunitas Buddha seperti Forum Aktivis Buddhis Bersatu (FABB) atau Dharmapala Nusantara, Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) hingga Majelis Buddhayana Indonesia (MBI).