Wamenag: Pertemuan Seniman Budayawan Nusantara Momentum Bangun Kesalehan Beragama
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Seniman dan budayawan nusantara merumuskan lima butir pengembangan kebudayaan Islam. Rumusan ini menjadi hasil dari "Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara" yang digelar di Jakarta sejak Kamis hingga Sabtu, (20-22/7/2023).
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, seni dan budaya merupakan identitas yang dimiliki masyarakat Indonesia. Ini juga mempengaruhi bagaimana masyarakat nusantara beragama.
Temu Konsultasi Seniman Budayawan Nusantara ini, menurut Wamenag menjadi momentum untuk membangun kesalehan beragama agar tidak tercerabut dari identitas kebangsaan Indonesia yang multikultural.
"Saya berharap, para seniman dan budayawan dapat membawa pesan-pesan agama melalui produk-produk budaya yang bisa menggerakkan masyarakat agar tetap guyub, rukun, saling tolong menolong, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," kata Wamenag Saiful Rahmat Dasuki di Jakarta, Sabtu (22/7/2023).
Adapun sejumlah narasumber yang hadir dalam forum tersebut adalah Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, penyair KH Zawawi Imron, intelektual muda yang juga Ketua Lakpesdam PBNU Ulil Abshar Abdalla, Ketua LESBUMI Jadul Maula, Budayawan M. Sobari, Filolog Islam Nusantara A. Ginanjar Sya'ban, Staf Khusus Menteri Agama Mohammad Nuruzzaman, dan founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
Pertemuan yang difasilitasi Direktorat Penerangan Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam ini bertujuan mencari formula yang dapat diterapkan bersama untuk mengembangkan kebudayaan Islam di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

















