Penutupan Munas PKS, Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies Dikasih Nilai 11
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/9/2025).
Pada kesempatan itu Prabowo menegaskan tidak punya dendam kepada Anies Baswedan, rivalnya saat Pilpres 2024. "Aku tuh terus terang saja loh, saya tuh enggak dendam sama Anies, enggak. Kalau yang dikasih nilai 11 itu enggak apa-apa, eh bener lho. Sebenernya dia yang bantu aku menang, karena emak-emak kasihan gitu lho," kata Prabowo di hadapan kader PKS dan pimpinan partai politik pendukung pemerintah.
Diketahui, Anies saat sesi debat Pilpres 2024 memberikan skor 11 untuk kinerja Prabowo semasa menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju. Namun, skor 11 itu dari skala nilai 100. Menurut Presiden, sesi debat Pilpres 2024 memang harus "panas" karena jika datar-datar saja maka tidak menarik.
Kata Prabowo, demokrasi harus dewasa. Artinya, ketika Pilpres sudah selesai tidak ada lagi lawan politik, karena semua harus bersatu. "Siapa pun presiden, siapa pun wakil presiden, oke, yang penting siapa pun, kita bersatu, kita kerja untuk bangsa dan negara," ucap Prabowo.
Prabowo juga menegaskan tidak pernah melihat rekam jejak politik siapa pun saat membuat kebijakan untuk rakyat. Ia mencontohkan, meskipun di Sumatera Barat suaranya kalah saat Pilpres, namun kebijakan-kebijakan pembangunan dan program-program prioritas pemerintah tetap berjalan di daerah tersebut.
"Cek Sumatera Barat, pupuk lancar engak di situ. Aku kalah juga di Aceh, coba cek, pupuk lancar engak. Coba cek bupati-bupati . Kita harus dewasa, kita harus jadi bangsa yang dewasa. Kita ingin menang, tetapi kita harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan, empat kali kalah. ikut-ikut lagi," kata Presiden sambil berkelakar.


















