Hafizah Palestina Cerita Perjuangan Hafalkan Al-Qur'an di Tengah Perang Gaza saat MTQ Internasional 2025
Akhmad Baihaqi Arsyad






Saat tampil di ajang MTQ Internasional yang berlangsung di Jakarta, Lama Rami yang merupakan delegasi asal Yerusalem ini mengaku telah menghadapi tantangan yang tak mudah. Ia dan teman-temannya harus berjuang menghadapi kondisi perang yang tidak menentu.
Lama menegaskan bahwa dirinya dan para hafiz di Palestina menjadikan Al-Qur’an penopang moral di tengah konflik berkepanjangan. “Terkadang pendudukan membuat kami tidak dapat memasuki Masjid Al-Aqsa. Meski demikian, Al-Qur’an tetap menjadi sumber harapan dan kekuatan bagi kami,” kata Lama Rami di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Selain itu, Lama Rami menuturkan bahwa dukungan keluarga serta komunitas Muslim di Palestina menjadi kunci keberhasilannya dalam menghafal Al-Qur’an.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, solidaritas ini memastikan generasi muda Palestina tetap terhubung dengan nilai-nilai spiritual. “Tanpa mereka, saya tak mungkin berdiri di sini,” ungkapnya.
Ia mulai menghafal Al-Qur’an sejak kecil di Zeid bin Tabak Center, lembaga pendidikan yang berlokasi di pelataran Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.
Pusat pendidikan ini memiliki program khusus yang membantu menjaga hafalan santri, termasuk ujian berkala yang mengantarkannya hingga ke kompetisi bergengsi ini. “Keluarga dan guru-guru saya adalah pilar utama yang memotivasi saya, selain tentunya keikhlasan karena Allah,” tambahnya.
Di ajang MTQ Internasional 2025 ini, Lama Rami turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Indonesia selama keikutsertaannya di MTQ Internasional ke-4.
Sejak tiba di Jakarta, Lama Rami merasa takjub dengan keramahan panitia dan masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.
“Segala kebutuhan kami diatur dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga jadwal kegiatan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Lama Rami.
Bagi Lama Rami, ajang ini adalah momen bersejarah dalam hidupnya. Ia merasa terharu bisa mewakili Palestina di ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai negara. “Ini salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Saya bangga membawa identitas bangsa kami di sini,” ujarnya.
Lama Rami juga menyebut acara ini sebagai bukti solidaritas global dalam mendukung generasi muda Muslim di seluruh dunia.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar pada Rabu (29/1/2025) lalu secara resmi telah membuka MTQ Internasional ke-4. Ajang yang diikuti oleh 60 peserta delegasi dari 38 negara empat benua itu membuka 2 cabang lomba utama yang dipertandingkan, yaitu Tilawah dan Tahfiz Al-Qur’an.
