Abu Vulkanik Masih Menyebar, Ini Kondisi Terkini Erupsi Gunung Anak Krakatau
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menyebar pada Senin (7/9/2026) pagi. Sebaran abu terpantau bergerak ke arah berbeda pada setiap lapisan atmosfer, mencakup sejumlah wilayah di Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan.
Pembaruan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II pukul 05.00 WIB menyebut abu vulkanik masih berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, material vulkanik tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
"Masih terdapat sebaran abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan," tulis BBMKG Wilayah II dalam pembaruan tersebut.
Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik pukul 05.00 WIB, material vulkanik bergerak menjauhi Gunung Anak Krakatau dengan arah yang berbeda sesuai ketinggiannya.
Pada lapisan rendah hingga sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Pada lapisan ini, keberadaan abu berpotensi berdampak langsung terhadap kualitas udara dan jarak pandang di wilayah yang dilalui sebaran.
Sementara pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi hingga sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Sebaran tersebut meliputi Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.
















