Abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat mengandung partikel silika yang tajam. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Tak hanya itu, menghirup abu vulkanik dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan bronkitis.
Bahkan, dalam jangka panjang, paparan partikel tertentu dalam abu vulkanik juga dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, termasuk silikosis yang dapat menyebabkan kerusakan paru permanen.
Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan mata. Partikel yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, rasa perih, luka gores pada kornea, hingga konjungtivitis.
2. Tutuppintudanjendela
Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat. Periksa pula celah atau bagian rumah yang masih memungkinkan abu masuk.
3. GunakanmaskerN95atauKN95
Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker N95 atau KN95. Masker kain dinilai kurang efektif untuk menyaring partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil.
4. Janganmengucekmata
Apabila mata kemasukan abu, hindari menguceknya. Segera bilas mata menggunakan air bersih.
5. Perbanyakminumairputih
Minum cukup air dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap dan mengurangi rasa kering atau iritasi akibat paparan abu.
6. Basahiabusebelumdibersihkan
Jangan langsung menyapu atau mengelap abu vulkanik dalam kondisi kering. Basahi terlebih dahulu dengan air agar partikel abu tidak mudah beterbangan dan terhirup.
7. Hindarimenjemurpakaiandiluar
Selama abu vulkanik masih turun, sebaiknya jangan menjemur pakaian di luar rumah untuk mencegah pakaian terkontaminasi abu.
8. Lindungihewanpeliharaan
Sebaiknya hewan peliharaan tetap berada di dalam rumah. Jika hewan sempat berada di luar, bersihkan kaki dan bulunya sebelum membawanya kembali ke dalam rumah.
9. Bersihkankendaraandenganair
Kendaraan yang terkena abu vulkanik sebaiknya dibilas terlebih dahulu menggunakan air mengalir. Hindari langsung mengelap atau menggosok permukaan kendaraan karena partikel abu dapat menyebabkan baret.
Periksa pula filter udara dan bagian knalpot kendaraan setelah terpapar abu.
10. GunakanACdengantepat
Jika menggunakan AC di rumah, pastikan pintu dan jendela tertutup rapat untuk mencegah udara dari luar masuk.
Sementara ketika menggunakan AC mobil, gunakan mode recirculation agar udara dari luar yang mengandung abu vulkanik tidak masuk ke dalam kabin.