Dorong Muktamar Bersama, IKA PMII Siap Jadi Jembatan Islah PBNU
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Konflik internal yang melibatkan elite Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuai keprihatinan berbagai kalangan. Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan islah atau rekonsiliasi guna menyelesaikan polemik yang tengah terjadi di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi mengatakan, eskalasi konflik antar-kubu di PBNU telah menimbulkan kegelisahan di kalangan warga Nahdliyin di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu konsolidasi organisasi serta mengalihkan fokus NU dari kerja-kerja pelayanan umat.
“IKA PMII mendorong dilaksanakannya Muktamar Bersama sebagai solusi konstitusional yang paling memungkinkan untuk meredam ketegangan dan menyatukan kembali seluruh elemen NU,” ujar Fathan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/12/2025).
Menurut Fathan, usulan Muktamar Bersama menjadi opsi terbaik untuk menjamin legitimasi, akuntabilitas, dan penerimaan publik terhadap kepemimpinan PBNU ke depan. Dia menegaskan, NU sebagai organisasi warisan para ulama dan pendiri bangsa tidak boleh terseret kepentingan kelompok tertentu.
“NU ini milik warga NU secara keseluruhan, bukan milik satu kelompok. Muktamar adalah forum tertinggi organisasi dan merupakan jalan paling bermartabat untuk menyelesaikan persoalan secara tuntas,” ujar Fathan.
















