Menteri, Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan dari Muhammadiyah (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto menunjuk tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang untuk bergabung di kabinet Merah Putih 2024-2029. Muhammadiyah adalah salah satu kelompok masyarakat yang menempatkan kadernya di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prof Abdul Mu’ti adalah ulama sekaligus akademisi yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Sebelum menjadi tokoh nasional, ia menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (UIN Semarang) tahun 1991.
Barulah pada jenjang S2, ia menamatakan pendidikannya di Universitas Flinders, Australia Selatan pada tahun 1996. Kemudian, gelar doktornya diraih di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga kini menjadi guru besar ke-1.050 pada 2 September 2020.
Di Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti tercatat sebagai anggota sejak tahun 1994 dengan nomor anggota 750178. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan WIlayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2000-2002.
Kemudian pada periode 2002-2006 menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Ketika itu ia juga merangkap menjadi Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah 2005-2010.
Di kancah internasional Abdul Mu'ti merupakan salah satu Advisor di British Council London sejak 2006. Ia juga aktif menulis buku dan berbagai opini di media.
Saat bertemu dengan Prabowo Subianto pada Senin (14/10/2024) lalu, Prof Abdul Mu’ti mengaku diberi amanah menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan didampingi dua wakil menteri.
"Tadi Pak Prabowo memberikan amanah pada saya untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan insyaallah saya didampingi dua orang wakil menteri. Tapi saya belum tahu otoritasnya," ucapnya.
Raja Juli Antoni
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menjadi salah satu tokoh yang akan dilantik menjadi Menteri Kehutanan.
Sebelum tumbuh menjadi seorang politisi andal, Raja Juli adalah pengurus di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dia juga sempat menjadi Direktur Eksekutif Maarif Institut, organisasi yang didirikan Buya Syafi’i–mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Raja Juli menempuh pendidikan S1 nya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir tahun 2001. Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.
Salah satu tokoh Muhammadiyah yang juga bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dia ditunjuk Prabowo menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Prof Fauzan adalah mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dua periode. Pemilihan Fauzan tidak lepas dari kiprah panjangnya dan sederet inovasinya di dunia pendidikan tinggi, termasuk saat memimpin UMM ke level internasional hingga mendapatkan predikat Kampus Terbaik Dunia.
Fajar Riza UI Haq
Prabowo juga mengumumkan bahwa kader Muhammadiyah, Fajar Riza UI Haq menjadi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mendampingi Prof Abdul Mu’ti.
Fajar dikenal sebagai penulis buku dan intelektualis yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah Sukoharjo periode 2000 – 2001. Saat ini, dia menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah 2022-2027.
Dzulfikar Ahmad Tawalla
Dzulfikar Ahmad Tawalla adalah salah satu kader terbaik Muhammadiyah yang sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dia lahir di Sungguminasa, Gowa Sulawesi Selatan, pada 28 April 1987.
Dzulfikar Ahmad Tawalla adalah putra dari KH Ahmad Tawalla, seorang ulama terkenal yang aktif di Muhammadiyah, dan merupakan ketua PP Pemuda Muhammadiyah pertama dari Sulawesi Selatan.
Dzulfikar memperoleh gelar sarjana dalam bidang pendidikan matematika dari Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2013, dan melanjutkan pendidikannya dengan meraih gelar magister komunikasi dari Stikom Interstudi Jakarta pada tahun 2021.
Ia memulai karirnya sebagai direktur pemasaran di PT Anak Ibu Sejahtera pada tahun 2008, sebelum akhirnya menjadi direktur utama di PT Anak Bumi Pertiwi pada tahun 2012.
Selain itu, Dzulfikar pernah menjabat sebagai tenaga ahli di Komisi VI DPR dari tahun 2014 hingga 2019, serta menjabat direktur utama di PT Jati Energi Bersinar pada tahun 2022.
Dzulfikar memiliki pengalaman yang luas dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan pada periode 2008-2010, kemudian menjadi sekretaris jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah dari 2010 hingga 2012.
Selain itu, ia juga pernah memimpin bidang Pemuda di Perhimpunan Nelayan Tradisional Indonesia pada 2012-2013, serta menjabat sebagai sekretaris jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dari 2018 hingga 2022.
Dari 2021 hingga 2026, Dzulfikar berperan sebagai wakil bendahara umum di Dewan Pimpinan Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), dan sejak 2023, ia memimpin sebagai ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah.
Dahnil Anzar Simanjuntak dilahirkan di Desa Salahaji, Langkat, Sumatera Utara, pada 10 April 1982. Meskipun saat ini lebih dikenal sebagai politikus dari Partai Gerindra, perjalanan hidupnya dimulai dari dunia akademik dan organisasi masyarakat Islam Muhammadiyah.
Dahnil menghabiskan masa kecilnya di Kuala Simpang, Aceh, sebelum melanjutkan pendidikannya di Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan.
Sembari menyelesaikan program S2 di UI, Dahnil mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Karier akademiknya terus berkembang, hingga akhirnya ia diangkat sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.
Pada 2014, Dahnil terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Kemenangannya dalam Muktamar XVI yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, menjadi titik awal bagi keterlibatannya yang lebih luas di organisasi Islam dan politik.
Ketika Prabowo diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Dahnil pun ikut dipercaya untuk menduduki posisi Staf Khusus Kementerian Pertahanan. Kini Dahnil disebut-sebut sebagai calon Wakil Kepala Badan Haji dan Umrah untuk periode 2024-2029, badan khusus yang baru saja dibentuk pemerintahan Prabowo-Gibran.