Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Kali, Cek Tanggalnya
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Rekayasa lalu lintas masih menjadi strategi utama Polri untuk mencegah kemacetan.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut, lonjakan pergerakan pemudik akan terkonsentrasi pada pertengahan hingga akhir bulan, sehingga seluruh skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas harus disiapkan secara maksimal.
Berdasarkan hasil survei Direktorat Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan serta perbandingan data realisasi 2025, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret.
Setelah itu, pemerintah akan memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret. Kebijakan ini diprediksi memicu gelombang kedua arus mudik pada 18–19 Maret.
Sigit mewanti-wanti seluruh jajaran agar dapat menyiapkan pengaturan penyeberangan ke wilayah Bali lantaran peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Untuk arus balik, Polri juga memprediksi terjadi dua gelombang kepadatan, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret.
















