JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Kepala Kepolisian Negara RI (Wakapolri) Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadali arus Mudik Lebaran 2026. Dia memenyampaikan potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Prediksi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait pergerakan masyarakat pada periode libur Lebaran tahun ini.
“Dari hasil survei Menteri Perhubungan, tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri Perhubungan, bahwa potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran tahun 2026 ini sebesar 143,9 juta orang,” kata Dedi dalam konferensi pers usai rapat koordinasi lintas sektoral di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Dedi menjelaskan, angka tersebut mengalami penurunan sekitar 2,57 juta orang atau 1,75 persen dibandingkan realisasi mudik pada Lebaran 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Dedi mengatakan, salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan digelar selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret karena beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi,” ujar Dedi.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, ganjil-genap, hingga delaying system di sejumlah pelabuhan.
Selain itu, sebanyak 161.243 personel gabungan akan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 guna mengamankan jalur mudik, pusat keramaian, serta berbagai objek vital selama periode libur Lebaran.