Sultan Bachtiar Najamudin terpilih menjadi Ketua DPD RI Periode 2024-2029. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Sultan Bachtiar Najamudin terpilih menjadi Ketua DPD RI Periode 2024-2029. Ia terpilih menjadi pimpinan komedian Alfiansyah Bustami alias Komeng, setelah melalui pemungutan suara dalam Sidang Paripurna di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/10/2024) dini hari.
Pemungutan suara itu diikuti sebanyak 151 Anggota DPD RI yang hadir berdasarkan kartu peserta pemungutan suara. Namun, berdasarkan penghitungan, hanya sebanyak 150 suara yang ada dalam kotak suara yang tercoblos.
Mekanisme Pemilihan Pimpinan DPD RI itu menggunakan sistem paket berdasarkan Tata Tertib DPD RI. Sultan terpilih dengan paket pimpinan bersama tiga Wakil Ketua, yakni Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung.
Sedangkan paket pimpinan yang tidak terpilih, yakni La Nyalla Mattalitti (ketua), dan Nono Sampono, Elviana, dan Andi Muh Ihsan sebagai wakil.
Sultan yang telah terpilih itu secara resmi akan mengemban tugas sebagai pimpinan senator. Dalam penyampaian visi dan misinya, Sultan mengatakan akan membawa kebaruan dan inklusivitas dalam lembaga DPD RI untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Lantas seperti apa kiprah Sultan B Najamudin? Melansir laman pribadinya, Sultan Bachtiar Najamudin lahir di Anggut, Pino, Bengkulu Selatan pada 11 Mei 1979.
Ia sebelumnya menjabat Wakil Ketua III DPD RI periode 2019-2024, yang berasal dari daerah pemilihan Bengkulu dengan perolehan suara 191.499. Sebelum menjadi senator, Sultan pernah menjabat Wakil Gubernur Bengkulu yang menggantikan Junaidi Hamsyah.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sultan merintis karier sebagai seorang pengusaha yang memulai usaha dari nol. Ia memulai usaha dari service AC keliling lalu berkembang membentuk perusahaan sendiri.
Usahanya terus berkembang hingga sukses sebagai pengusaha di bidang penjualan senjata, bahan peledak dan tabung gas skala nasional di bawah bendera ASA karya Group.
Di usia tiga puluhan tahun, ia memutuskan untuk pulang ke Bengkulu untuk mengabdikan diri membangun daerah kelahirannya. Ia memulai dengan menjadi aktivis pemuda dan berhasil menjadi ketua KNPI Provinsi Bengkulu dan sempat bertarung menjadi kandidat untuk memperebutkan Ketua umum KNPI nasional.
Pada tahun 2009, Sultan memutuskan maju sebagai calon DPD RI dapil Bengkulu dan berhasil mewakili Bengkulu bersama Ahmad kanedi, Riri Damayanti, dan Eni khairani.
Ia pun didaulat menjadi ketua hubungan antar lembaga di DPD RI. Berjalan tiga tahun, Sultan terpaksa mengundurkan diri dari DPD karena terpilh menjadi Wakil Gubernur Bengkulu sisa masa bakti 2010-2015.
Karier politiknya maju selangkah dengan manjadi kandidat calon Gubernur Bengkulu tahun 2015-2020. Berpasangan dengan Mujiono, seorang kader PDIP, mereka berhadapan head to head dengan pasangan Ridwan-Mukti- Rohidin Mersyah.
Meski belum berhasil memenangkan kontestasi demokrasi saat itu, Sultan tetap komitmen mengabdikan diri untuk provinsi Bengkulu dengan memberikan masukan kontruktif kepada pemerintah daerah.
Tahun 2019 Sultan maju kembali menjadi kandidat calon DPD RI mewakili Provinsi Bengkulu. Ia pun terpilih dengan suara terbanyak dengan meraih 191.499 suara jauh meninggalkan calon terpilih lainya.
Melalui mekanisme internal pemilihan pimpinan DPD RI Sultan akhirnya terpilih menjadi wakil ketua DPD RI setelah sebelumnya terpilih secara aklamasi mewakili anggota DPD RI wilayah barat yang meliputi wilayah sumatera dan sebagian Jawa.
Riwayat Pendidikan:
SD Negeri Gedung Agung Pino
SMP Negeri Ulu Talo
SMA Negeri 1 Manna
SMA Negeri 3 Manna
FISIP Universitas Indonesia (S-1)
Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) (S-2)
Riwayat Pekerjaan:
Wakil Gubernur Bengkulu (2013-2015)
Anggota DPD-RI (2009-2013)
Komisaris Asa Karya Group
Pimpinan Perusahaan Majalah EKBIS
CEO Majalah Healt News
Wakil Ketua DPD-RI (2019-2024).