Suka Duka Tim SAR di Medan Bencana: Diprotes hingga Dimaki meski Berjuang Menerjang Bahaya
Thomas Pulungan






Seperti terlihat dalam sebuah video yang tengah viral di media sosial. Warga protes kepada Tim SAR karena diangggap lambat membantu seorang korban yang sedang sakit.
Ketegangan sempat muncul setelah seorang ibu-ibu protes kepada tim penyelamat yang tengah bertugas di lokasi banjir.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang perempuan yang mempersoalkan respons petugas. Ia menilai tim Basarnas tidak segera menangani warga yang membutuhkan pertolongan medis. Ibu-ibu menganggap hanya mondar-mandir tanpa melakukan sesuatu.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Edy Prakoso pun angkat suara menanggapi video viral itu.
Edy menegaskan bahwa petugas di lapangan sudah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan evakuasi terhadap korban bencana alam.
"Mereka juga ada tugas harus mengevakuasi, sementara dalam mengevakuasi ini, kita juga ada prioritas-prioritas. Mana sih kelompok-kelompok rentan, ibu-ibu, anak-anak, bayi, dan lain sebagainya," kata Edy, Selasa (2/12/2025).
Edy menyadari tidak semua masyarakat memahami pekerjaan tim SAR yang terlihat seperti wara-wiri, padahal sejatinya tengah melakukan tugas evakuasi yang menjadi prioritas.
Maka itu, ia memaklumi adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, hal tersebut wajar terjadi, terlebih dalam situasi genting seperti bencana.
"Orang kalau sudah seperti itu, untuk berpikir sehat ya agak susah. Muncul bagaimana dia untuk mempertahankan diri, bagaimana dia untuk bisa hidup," tandasnya.
Kata Edy, petugas memang sering mendapat tekanan dari keluarga korban yang jasadnya belum ditemukan dalam sebuah bencana. Misalnya, waktu sudah malam dan pencarian harus dihentikan sementara.
"Kan masyarakat kadang-kadang tidak mau tahu. 'Pokoknya cari malam ini!', kan justru akan mengorbankan tim kita juga. Tapi, ada upaya yang kita laksanakan, pemantauan, kemudian kita sebar di titik-titik, mungkin di sebelah sana ada jembatan, kita komunikasi sama masyarakat yang berada di bawah untuk pemantauan. Siapa tahu ada korban, yang terbawa arus ke sana, kan begitu. Itu yang harus kita sampaikan," jelas Edy.
Perjuangan Tim SAR memang tidak mudah. Dalam operasi SAR selama bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) misalnya, tampak petugas dengan senyum tak gentar menerjang bahaya.
Dipantau dari akun Instagram Basarnas RI, Tim SAR terlihat tidak hanya menerjang banjir untuk mengevakusi warga, mereka juga mendaki di medan terjang yang penuh lumpur dan kayu untuk mencari korban.
"Yakinlah, jangankan kita berbuat baik, berpikir baik saja itu tidak akan pernah sia-sia," begitulah prinsip yang dipegang teguh Tim SAR.
Kepala Kantor SAR Medan selaku Search Mission Coordinator (SMC) Hery Marantika mengakui bahwa proses pencarian korban di lapangan penuh tantangan. Selain kondisi tanah yang labil, akses menuju lokasi terputus sehingga alat berat tidak dapat dioperasikan.
“Tim SAR Gabungan bekerja semaksimal mungkin di lapangan. Kondisi cuaca dan struktur tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, komitmen kami untuk menemukan seluruh korban tidak berkurang,” ujarnya.

