Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (di baris depan, mengenakan kacamata) saat menjadi pembina Apel Gabungan Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026). (Foto: Ahdori/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani jemaah, bukan melayani maupun pimpinan di instansi asal mereka. Penegasan itu disampaikan saat menjadi pembina Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026) pagi.
Di hadapan sekitar 1.600 petugas haji tahun 2026, Gus Irfan mengingatkan bahwa seluruh petugas harus menempatkan diri sebagai pelayan jemaah selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
“Mereka adalah pelayan jemaah, bukan pelayan pimpinan. Yang saya pentingkan hari ini adalah disiplin dan semangatnya,” ujar Gus Irfan usai memimpin apel.
Menurut dia, petugas PPIH Arab Saudi berasal dari berbagai latar belakang, demikian pula jemaah haji yang akan dilayani. Karena itu, petugas diminta memiliki kesabaran dan empati dalam memberikan pelayanan.
Selain soal pelayanan, Gus Irfan juga meminta para petugas haji untuk menjaga kebersihan dan ketertiban, baik selama masa persiapan di dalam negeri maupun saat bertugas di Arab Saudi.
“Saya ingin mereka punya perhatian terhadap lingkungan. Ada sampah, diambil. Kebiasaan menjaga kebersihan ini harus dibawa sampai ke sana,” kata dia.
Gus Irfan mengungkapkan, jemaah haji Indonesia berasal dari berbagai daerah dengan adat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menuntut petugas haji untuk bersikap sabar dan profesional dalam memberikan pelayanan.
“Jemaah kita datang dari latar belakang yang beragam. Itu harus dihadapi dengan kesabaran dalam melayani,” tuturnya.
Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi yang diselenggarakan Kemenhaj berlangsung sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haj terdiri dari 9 bidang layanan, antara lain: Layanan Konsumsi, Akomodasi, Umum, Transportasi, Petugas Kesehatan Haji, Media Center Haji, hingga Layanan Perlindungan Jemaah.
Dalam Diklat tersebut, ribuan jemaah mendapatkan latihan secara fisik dari fasilitator yang terdiri dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat dan anggota Polri. Selain itu, petugas haji juga dibekali pendidikan Bahasa Arab dan teknis layanan untuk jemaah.