Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agus Subiyanto menjawab pertanyaan wartawan pada sela-sela kegiatannya menghadiri Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11/2023). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
JAKARTA, (ERAKINI)-Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agus Subiyanto di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo berpesan kepada dirinya agar TNI tetap membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Agus Subiyanto, yang resmi menjabat sebagai Kasad pada Jumat (27/10), menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, diusulkan oleh Presiden Joko Widodo ke DPR RI sebagai calon tunggal , Senin (30/10/2023).
"Ya, kami akan bantu masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membantu program pemerintah tentunya," kata Agus saat ditanya pesan-pesan yang diberikan Presiden Jokowi kepada dirinya sebagai calon tunggal PanglimaTNI.
Walaupun demikian, Agus menegaskan bahwa saat ini dirinya masih fokus menjalankan tugas sebagai Kasad sembari mengikuti rangkaian tahapan pencalonan sebagai PanglimaTNI.
"Nantilah, kan belum jelas. Yang jelas, sekarang saya masih konsentrasi menjadi Kasad, (pimpinan TNI) matra darat," kata Agus Subiyanto saat ditemui wartawan di sela acara Peluncuran Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11/2023).
Sebagai Kasad, Agus Subiyanto berencana membuat perubahan-perubahan di internal TNI AD, termasuk di antaranya merevisi doktrin yang selama ini diikuti para prajurit.
"Kalau di (TNI) Angkatan Darat sendiri saya akan merevisi doktrin karena doktrin-doktrin yang kami gunakan ini masih doktrin yang lama, sedangkan sekarang bangli (perkembangan lingkungan) kita, doktrin kami harus mengikuti banglistra (perkembangan lingkungan strategis) yang ada. Mungkin dulu mungkin beda, banglistra sekarang ada peperangan (elektronik, red). Itu menjadi referensi kita untuk mengubah doktrin," katanya.
Ia menilai matra lainnya, misalnya TNI Angkatan Udara, mulai mengubah doktrinnya mengikuti ancaman yang berkembang, di antaranya mulai menggunakan teknologi-teknologi nirawak, seperti drone.
"(TNI) Angkatan Udara saya dengar sudah mengubah organisasinya ya, makanya tadi saya bilang karena saya masih Angkatan Darat, jadi saya masih akan ubah doktrin Angkatan Darat dulu," kata Agus Subiyanto yang pernah menjabat Wakil Kasad dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Presiden RI Joko Widodo melalui surat presiden (surpres) ke DPR RI mengusulkan Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai calon tunggal PanglimaTNI. Surat itu diterima oleh DPR RI pada Senin (30/10).
Tahapan berikutnya setelah DPR RI menerima surpres itu, Komisi I DPR RI menggelar rapat internal, di antaranya untuk menentukan jadwal uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon PanglimaTNI yang diusulkan oleh Presiden.
Dalam rangkaian uji kepatutan dan kelayakan itu, ada pula verifikasi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan dan verifikasi aktual, yaitu peninjauan langsung ke rumah atau kediaman calon PanglimaTNI.
Mengenai proses itu, Jenderal Agus mengaku siap menjalani rangkaian tahapannya. "Insyaallah, insyaallah," katanya.
PanglimaTNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang resmi menjabat sebagai Panglima pada Desember 2022, bakal pensiun pada akhir 1 Desember 2023 atau beberapa hari setelah dia tepat berusia 58 tahun.
Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 tentang Tentara Nasional Indonesia mengatur perwira TNI pensiun pada usia 58 tahun, sementara bintara dan tamtama pada usia 53 tahun