Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Panglima Koops Habema yang juga
Pangdam XXIV/Mandala Trikora
Mayjen TNI Lucky Avianto, meresmikan Fasilitas Marshalling Area Jenderal Achmad Yani di Timika. Foto: Puspen TNI
TIMIKA, (ERAKINI) — Sebanyak 155 prajurit TNI yang berjibaku menjaga keamanan dan kemanusiaan di wilayah rawan Papua, dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
KPLB ini langsung dianugerahkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Jenderal Agus Subiyanto, dalam sebuah upacara yang digelar di Timika, Papua.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan para prajurit dalam melaksanakan tiga operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Sebanyak 155 prajurit ini tergabung dalam Komando Operasi TNI Habema (Koops TNI Habema). Mereka dinilai berhasil menuntaskan operasi di Lanny Jaya, Intan Jaya, dan Teluk Bintuni.
Dalam operasi tersebut, pasukan TNI mampu menguasai markas kelompok bersenjata dan menetralisir berbagai ancaman tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan, sehingga masyarakat setempat dapat terbebas dari intimidasi.
Selain menerima kenaikan pangkat luar biasa, para prajurit juga mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi dalam pelaksanaan tugas, khususnya di wilayah operasi Papua.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pemberian KPLB merupakan wujud perhatian pimpinan TNI dan negara terhadap prajurit yang telah menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.
“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian,” ujar Menhan, dikutip dari keterangan resmi Puspen TNI, Sabtu (3/1/2026).
Menhan menegaskan bahwa kenaikan pangkat luar biasa bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan mandat moral bagi prajurit untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.
“Kenaikan Pangkat Luar Biasa bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga kehadiran nyata negara dalam menghargai pengorbanan prajurit di medan tugas. Penghargaan ini harus diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” tegas Sjafrie.
Dalam arahannya, Menhan juga mengungkapkan langkah strategis pemerintah ke depan. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, telah menyetujui penyempurnaan Komando Operasi (Koops) di Papua yang akan diimplementasikan secara bertahap mulai tahun 2026.
Langkah tersebut bertujuan memperkuat kapasitas teritorial, kemampuan tempur, dan manajerial TNI guna menjamin stabilitas keamanan dan perdamaian jangka panjang di Tanah Papua.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa KPLB diberikan sebagai bentuk penghargaan negara kepada prajurit yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa.
“Penghargaan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini diberikan kepada prajurit TNI sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa KPLB dapat terus diberikan kepada prajurit TNI tanpa batasan selama didasarkan pada prestasi nyata yang dicapai di lapangan.