Antrean kendaraan pemudik arus balik di dermaga reguler Pelabuhan Bakauheni, Senin (7/4/2025) dini hari. Foto: Antara/Riadi Gunawan
LAMPUNG, (ERAKINI) - Pergerakan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih ramai hingga H+7 Lebaran 2025 atau Senin (7/4/) dini hari. Ribuan pemudik terus berdatangan dan memadati kantong parkir dermaga.
Para pemudik, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun sebagai pejalan kaki, terus berdatangan hingga dini hari. Kondisi ini membuat petugas kepolisian, TNI, dan sibuk mengatur arus lalu lintas di dalam pelabuhan guna mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
Tak hanya kendaraan, ribuan pemudik pejalan kaki juga masih terlihat tiba di Pelabuhan Bakauheni. Salah satu pemudik pejalan kaki, Nurkholis, mengatakan dirinya sengaja memilih untuk berangkat malam hari agar dapat menghindari kemacetan.
"Sengaja biar enggak macet-macetan di jalan sama di Pelabuhan. Soalnya saya lihat berita dan sosial media kemarin di pelabuhan macet parah," ujarnya dikutip dari Antara.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syamsudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data posko ASDP cabang Bakauheni, jumlah penumpang yang melakukan penyeberangan dalam 24 jam terakhir mencapai 162.888 orang. Sedangkan kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 42.189 unit.
Untuk mengatasi lonjakan dan penumpukan kendaraan, pihak ASDP telah menyiapkan sejumlah strategi, seperti penerapan delay system dan skrining tiket di setiap rest area. "Kita menerapkan *delay system* dan skrining tiket di setiap rest area, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pemudik di area pelabuhan," kata Syamsudin.
Jumlah penumpang yang melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Banten, diperkirakan masih akan terus meningkat mengingat tingginya jumlah masyarakat untuk kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, arus balik terus mengalami peningkatan sejak H+3 dan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4) malam atau H+4.
"Kami prediksi pada H+4 Lebaran itu adalah puncak arus balik masyarakat dari Sumatera ke Pulau Jawa. Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kelancaran layanan," ujar Heru saat meninjau langsung di Pelabuhan Bakauheni.
Berdasarkan data Posko Bakauheni (Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu) selama 24 jam (periode 5 April pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 54 unit kapal.
Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton pada H+4 mencapai 129.583 orang.
Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 mencapai 17.635 unit. Kendaraan roda empat mencapai 16.623 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 467 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 35.965 unit yang telah menyeberang Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton pada H+4.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalu Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton mulai dari H-10 hingga H+4 tercatat 830.890 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 192.282 unit.
Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 5 April pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 50 unit kapal.
Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+4 mencapai 51.790 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 10.402 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+4.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) mulai dari H-10 hingga H+4 tercatat 1.112.084 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 276.228 unit.