Sebelum menjadi mualaf, pemilik nama asli Rosario de Marshall ini merupakan salah satu Jawara yang sangat ditakuti di Jakarta, khususnya kawasan Tanah Abang. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Hercules sudah tak asing lagi bagi dunia kekerasan di Jakarta. Sebelum menjadi mualaf, pemilik nama asli Rosario de Marshall merupakan salah satu jawara yang sangat ditakuti di Jakarta, khususnya kawasan Tanah Abang.
Hercules merupakan pria kelahiran Ainaro, Timor Leste, pada tahun 1960-an. Ia awalnya seorang portir untuk TNI-AD pada integrasi Timor Timur. Hingga nasib membawanya datang ke Indonesia dan menjadi yang paling ditakuti di Jakarta.
Selama hidupnya, ia kerap berurusan dengan kepolisian dan keluar masuk penjara. Hingga akhirnya ia memutuskan bertaubat dan masuk Islam pada akhir 2010. Kisah Herculesmasuk Islam sangat mendadak. Bahkan sang istri Nia Dania sempat tak percaya.
Nia Dania dan Hercules memiliki perbedaan keyakinan saat menikah. Keduanya juga punya perbedaan usia yang cukup jauh, yaitu 24 tahun.
Keduanaya pertama kali bertemu ketika Nia masih berusia 16 tahun. Sementara pria berdarah Timor Timur ini sudah berumur 40 tahun.
Nia adalah keponakan dari ibu angkatnya Hercules selama tinggal di Tanah Abang, hingga akhirnya cinta pada pandangan pertama mempersatukan mereka. Meski memiliki perbedaan usia yang cukup jauh, namun rasa cinta di antara mereka tak terkalahkan hingga akhirnya memutuskan menikah.
Nia menceritakan, proses Herculesmasuk Islam atau mualaf sangat cepat dan tiba-tiba. "Pada saat itu, dua hari sebelum Hari Raya Idulfitri beliau (Hercules) itu berbicara, minta didaftarkan untuk menjadi mualaf," kenang Nia dalam tayangan YouTube Satgasus Channel.
Nia Dania lupa tepatnya kapan sang suami masuk Islam. Namun ia masih ingat sang suami mengucap kalimat syahadat di sebuah masjid di wilayah Indramayu, Jawa Barat.
Nia mengaku sempat menganggap permintaan Hercules tersebut hanya omongan biasa. Sehingga, ketika Hercules memintanya mengurus semua dokumen untuk mendaftarkan diri sebagai calon mualaf, Nia tidak menanggapinya secara serius.
Namun, besoknya Hercules ternyata menanyakan lagi tentang kelengkapan persyaratan untuk menjadi mualaf. Nia lalu mencoba meyakinkan suaminya itu, apakah memang sudah siap pindah keyakinan ke Islam. Ternyata sang suami benar-benar yakin.
"Besoknya lagi dia nanya 'udah diurusin belum?'. Baru saya bilang 'emang yakin? Sudah benar gitu kan?', dan beliau (jawab) yakin," ungkapnya.
Menurut Nia, Hercules memutuskan menjadi mualaf setelah 15 tahun usia pernikahan mereka. Setelah menjadi mualaf, sang suami menjadi lebih baik lagi. "Menurut saya, beliau sudah baik, sangat-sangat baik. Dari dulu dari awal baru ketemu sampai sekarang juga beliau baik di mata saya dan anak-anak," tukasnya.
Setelah Hercules menjadi mualaf, Nia hanya berharap suaminya kini bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terlebih lagi Islam merupakan agama yang penuh cinta dan kedamaian, sehingga diharapkan dapat membuat Hercules menjadi lebih taat.
"Beliau kan udah baik ya. Ya, jadi lebih baik saja. Udah sih, enggak ada harapan yang lebih," kata Nia.
Sosok Hercules memang cukup begitu melegenda di dunia gangster dan broker. Dia juga turut mewarnai politik Indonesia di Timor Timur.
Hercules berkali-kali mengalami hidup yang sulit dan berbahaya. Mulai dari ditembak matanya hingga dibacok ratusan kali, tetapi tidak ada satu pun kejadian tersebut berakhir merenggut nyawanya.
Hercules menganggap bahwa dirinya belum bisa wafat akibat masih memiliki banyak dosa dan belum diizinkan kembali kepada Sang Pencipta.
"Karena belum waktunya, makanya saya tidak mati. Meskipun sudah dibacok ratusan orang. Yang di atas belum mengizinkan," kata Hercules.
Mantan Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dalam sebuah kesempatan mengatakan alasan Hercules menjadi mualaf karena sadar akan masa lalunya yang kurang baik, serta paham betapa singkatnya usia manusia.
"Alasan Hercules bertobat dan memilih mendekatkan dirinya kepada Allah didorong dengan faktor kesadaran pribadi. Di mana dia berpendirian bahwa semua manusia hidup terbatas oleh usia," kata Helmy.
MualafHercules juga tidak lepas dari sosok anggota Nahdlatul Ulama (NU) Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Dia merupakan guru Hercules dalam mempelajari Agama Islam.
Setelah meninggalkan dunia kekerasan, Hercules kini lebih banyak terjun ke politik. Ia merupakan salah satu sosok yang membela kuat Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014, 2019, hingga 2024.
Melalui sebuah organisasi sosial yang ia dirikan bernama Gerakan Rakyat untuk Indonesia Baru (GRIB), Hercules memobilisasi jaringan gangsternya, tokoh-tokoh kuat lokal, hingga mantan milisi untuk mendapatkan dukungan politik di tingkat akar rumput terhadap Prabowo.
Pada Pilpres 2024, Hercules menyatakan akan membela mati-matian Prabowo hingga di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ia juga sudah mengultimatim pihak-pihak menggugat hasil Pilpres 2024.