Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang terpilih secara aklamasi sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Apkasi sisa periode kepengurusan 2021-2026, Sabtu (15/2). Foto: Facebook Mochamad Nur Arifin
JAKARTA, (ERAKINI) - Bupati TrenggalekMochamad Nur Arifin terpilih secara aklamasi sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) sisa periode kepengurusan 2021-2026, Sabtu (15/2). Ini menjadi prestasi membanggakan bagi bupati yang masih berusia 34 tahun.
Apkasi merupakan wadah kerja sama pemerintah kabupaten seluruh Indonesia yang dideklarasikan pada 30 Mei 2000 oleh 26 bupati dari 26 provinsi saat itu. Keanggotaan Apkasi menganut sistem Stelsel Pasif. Artinya, seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia, termasuk kabupaten yang baru dimekarkan secara otomatis menjadi anggota Apkasi. Saat ini terdapat 416 pemerintah kabupaten di Indonesia dan aktif di organisasi Apkasi.
Sebagai wadah pemerintah kabupaten, Apkasi memiliki tugas-tugas penting yang bertujuan meningkatkan peran otonomi daerah di tingkat kabupaten berjalan baik, memiliki semangat kuat dalam membangun daerahnya dan sebagai mitra strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten.
Tugas-tugas Apkasi di antaranya memasilitasi kepentingan pemerintah kabupaten dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah sesuai hakekat otonomi daerah. Sesuai dasar pembentukannya pada tahun 2000, Apkasi memiliki tugas pokok sebagai penyedia advokasi, mediasi, dan fasilitasi bagi pemerintah kabupaten dengan pemerintah pusat dan instansi lainnya sesuai hakekat otonomi daerah.
Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (15/2/2025), Mochamad Nur Arifin yang akrab di sapa Mas Ipin, lahir di Surabaya 7 April 1990. Ia menjabat Bupati Trenggalek sejak 2021. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek mendampingi Emil Dardak. Nama Arifin saat itu masuk dalam MURI sebagai Wakil Bupati Termuda di Indonesia, dimana saat itu usianya masih 25 tahun.
Sebelum terjun ke dunia politik, Mas Ipin sempat berkarier di dunia musik. Ia sempat membentuk sebuah grup band sebelum akhirnya memutuskan mengurus sejumlah bisnis keluarga. Pada tahun 2015, ia memutuskan terjun ke politik dengan maju sebagai calon Wakil Bupati Trenggalek mendampingi Emil Elestianto Dardak. Pada Pilkada 2025 itu Emil-Ipin berhasil menumbangkan petahana Kholiq yang berpasangan dengan pengusaha Priyo Handoko, dengan suara mutlak 76,28%.
Setelah 3 tahun menjabat Wakil Bupati Trenggalek, Ipin naik jadi bupati karena Emil terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur. Awalnya ia menjabai sebagai Pelaksana tugas Bupati pada 28 Mei 2019.
Perjalanan karier Ipin semakin moncer setelah berhasil memenangkan Pilkada 2020 bersama Wakilnya Syah Mohammad Natanegara. Selain menduduki kursi bupati, Ipin juga dipercaya memimpin DPC PDIP Trenggalek.
Pada Pilkada 2024 Ipin-Syah kembali maju. Tak seperti pilkada sebelumnya, kali ini Ipin bertarung tanpa pesaing. Delapan rekomendasi parpol pemilik kursi di DPRD Trenggalek disapu bersih. Melawan kotak kosong, pasangan Ipin-Syah pun menang telak. Mereka menang telak 80,8% berdasarkan rekapitulasi KPU, sehingga dinyatakan sebagai pemenang.
Kini, Mochamad Nur Arifin tengah bersiap dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025, oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Kehidupan Pribadi
Arifin lahir dari pasangan dengan tingkat ekonomi kurang beruntung. Kedua orang tuanya pindah dari Trenggalek ke Surabaya untuk mencari pekerjaan. Saat Arifin kecil, sang ayah adalah tukang becak dan ibunya asisten rumah tangga di Surabaya. Ekonomi keluarga itu mulai terangkat ketika sang ayah sukses menjalankan usaha berjualan perabot rumah tangga.
Sang ayah lalu meninggal dunia pada tahun 2007. Arifin yang masih berusia 17 tahun harus memulai memutuskan menjalani kehidupannya kembali tanpa sang bapak. Selama dua tahun ia mondar-mandir Jakarta-Surabaya buat menekuni hobi bermusik. Ia sempat membesarkan band Marsmellow hingga sempat mengeluarkan beberapa single. Salah satunya berjudul Tegas, lagu ciptaan Pay dan Dewiq.
Arifin lalu memilih pulang kampung ke Trenggalek untuk membuka lapangan pekerjaan. Ia mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan di tanah kelahiran orang tuannya. Keputusan itu diambil lantaran Arifin kecil sempat merasakan hidup susah bersama keluarga. Salah satu wasiat almarhum ayahnya adalah untuk pulang dan berbuat sesuatu untuk saudaranya dan warganya yang ada di Trenggalek.
Arifin menikah dengan Novita Hardini di usia 23 tahun. Awal-awal hidup di Trenggalek, Arifin menginisasi pemberdayaan petani lewat program Trenggalek Menyemai Tunas atau Trengginas. Lewat program itu, ia dikenal tokoh-tokoh politik di Trenggalek. Hingga pada 2015, ia diajak beberapa pemuda Trenggalek menggelar festival pantai di Prigi. Di sana ia bertemu dengan Emil Dardak.
Setelah pertemuan itu, Arifin dan Emil beberapa kali berjumpa hingga akhirnya memutuskan untuk maju bersama menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek 2015-2020.
Pendidikan:
- SD Margorejo V (2001)
- SMP Negeri 12 Surabaya (2004)
- SMA Negeri 6 Surabaya (2007)
- S1 Universitas Dr Soetomo Surabaya (2019)
- S2 Universitas Airlangga Surabaya (2023)
Pengalaman Luar Negeri:
- UC, Irvine Regional Economics Development, 2016
- Bloomberg-Harvad Leadership Program, 2018
- Temasen Foundation Leaders In Urban Governance Programme (TFLUGP) Singapore, 2018
- Woman Global Development And Prosperity (WDGP) New York City, 2019
- International Visitor Leadership Programme (IVLP) Washington DC, 2019
- Global Parliament Of Mayor (GPM) Annual Summit Polandia, 2022
Riwayat Organisasi:
- Rekor MURI Sebagai Wakil Bupati Termuda, 2016
- Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur (2019-2021)
- Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur (2019-2021)
- Ketua DPC PDIP Trenggalek (2020-2024)
- Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (2021-2026)
- Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Provinsi Jawa Timur (2022-2027).