Pemandangan proyek monorel mangkrak di Kuningan, Jakarta Selatan, segera lenyap. Pemprov DKI Jakarta sudah siap melakukan pembongkaran tiang-tiang besi yang menjulang di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Foto: Ist
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pembongkaran akan dikerjakan pada window time malam hari. Namun, waktu pasti dan durasi pengerjaan masih dibahas bersama Dinas Bina Marga selaku pelaksana teknis.
“Rencana dari kapan sampai kapan dan berapa lama pengerjaannya nanti dibahas dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang mengeksekusi,” kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Selama proses pembongkaran, Dishub DKI akan menerapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Pengguna jalan akan dialihkan ke jalur cepat agar arus kendaraan tetap berjalan.
“Di sana ada dua lajur, jalur lambat dan jalur cepat. Saat alat berat masuk, posisinya di jalur lambat, sementara jalur cepat tetap berfungsi,” ujar Syafrin.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk membongkar tiang monorel tersebut. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta 2026.
Namun, anggaran tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tapi sekaligus untuk penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Rasuna Said sisi timur.
"Total (anggaran) semua sekitar Rp100 miliar. Kita tata tentunya, tata jalan, trotoar, kita tata semua itu pakai APBD. Karena kan itu (jalan-trotoar) asetnya aset kita. Jadi, semuanya kita tata pakai APBD," tandasnya.
Heru menjelaskan, setelah tiang monorel dibongkar, desain jalan akan disamakan dengan Rasuna Said sisi barat, yang telah lebih dulu rampung ditata.
Ia menyebutkan, di sepanjang Jalan HR Rasuna Said terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar secara bertahap. Heru memastikan proses pembongkaran tidak akan menutup jalan utama. Jalur cepat tetap dibuka penuh, sementara aktivitas pembongkaran dilakukan di jalur lambat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut pembongkaran direncanakan dimulai pada pekan ketiga Januari.
“Untuk pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” kata Pramono.
Meski demikian, Pramono juga memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan. “Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran tanpa penutupan jalan,” ujarnya.
Pramono menegaskan pembongkaran tiang monorel dilakukan sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, PT Adhi Karya tidak memberikan tanggapan atas surat yang telah dilayangkan pemerintah daerah.
“Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat. Karena tidak ada jawaban, kami akan melakukan sendiri. Penempatan hasil bongkaran menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,” jelas Pramono.
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI telah menyurati Adhi Karya sejak November lalu dan memberi waktu satu bulan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
“Sesuai surat dari Kajati Jakarta, kami meminta mereka membongkar dan memberi waktu satu bulan sejak surat diterima,” tegas Pramono.