Thailand digegerkan dengan amblesnya jalan secara tiba-tiba dan muncul lubang besar (sinkhole) di pusat Kota Bangkok, Rabu (24/9/2025). Foto: The Nation
BANGKOK, (ERAKINI) – Thailand digegerkan dengan amblesnya jalan secara tiba-tiba dan muncul lubang besar (sinkhole) di pusat Kota Bangkok, Rabu (24/9/2025).
Inseden ini berdampak luas terhadap layanan publik, termasuk pembangunan jalur MRT Purple Line yang langsung dihentikan sementara. Rumah Sakit Vajira juga mengumumkan penutupan layanan rawat jalan selama dua hari dan hanya akan melayani pasien rawat inap.
Direktur Departemen Pencegahan Bencana Bangkok Suriyachai Rawiwan menyebut insiden ini kemungkinan disebabkan hujan deras baru-baru ini. Pipa yang bocor menjadi penyebab lain.
"Ada kebocoran pada pipa air. Air dari pipa tersebut mengikis di bawah jalan sehingga insiden ini terjadi. Air yang mengikis membawa sebagian tanah yang jatuh ke stasiun kereta bawah tanah yang sedang dibangun, menyebabkan keruntuhan," kata Suriyachai, dilansir AFP .
Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan beberapa orang berlari dari area konstruksi di Jalan Samsen saat jalanan tiba-tiba retak dan ambruk.
Dikutip dari The Nation, insiden ini terkait dengan proyek pembangunan jalur MRT Purple Line (rute Tao Poon–Rat Burana) senilai 19 miliar baht, yang dikerjakan melalui kerja sama patungan antara CK dan STECON. CK memegang 55% saham proyek, sementara STECON memiliki 45%. Otoritas Transportasi Massal Thailand (Mass Rapid Transit Authority/MRTA) sudah memerintahkan penghentian sementara pembangunan jalur MRT Purple Line baru.
Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menugaskan wakilnya, Mallika Jirapanwanich, bersama Gubernur MRTA Kajphajon Udomthamphakdi, untuk meninjau langsung lokasi dan memimpin penanganan.
MRTA juga berkoordinasi dengan Otoritas Penyediaan Air Metropolitan (MWA), Otoritas Listrik Metropolitan, perusahaan telekomunikasi, dan kepolisian setempat untuk menanggulangi dampak kejadian serta mengatur lalu lintas.
Akibat amblesnya jalan, MWA mengumumkan pasokan air bersih di 31 ruas jalan Bangkok terganggu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kantor Distrik Dusit, Bangkok, juga sudah mengeluarkan larangan mengakses dan menggunakan bangunan di area terdampak. Amblesnya jalan tersebut diperkirakan akan semakin parah di dekat sejumlah bangunan, termasuk di sepanjang Jalan Sukhothai, dalam wilayah Distrik Dusit, Bangkok.
Penilaian awal terhadap kerusakan menunjukkan bahwa bangunan-bangunan tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan, keselamatan jiwa, maupun harta benda, sehingga tidak boleh digunakan.
Oleh karena itu, Distrik Dusit memberlakukan larangan masuk dan penggunaan bangunan berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Bangunan beserta amandemennya hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Setiap pelanggaran akan dikenakan tindakan hukum.
Sementara itu, Rachain Unwet, Asisten Gubernur Otoritas Listrik Metropolitan (MEA), meninjau lokasi untuk mengawasi situasi dan menangani masalah yang ditimbulkan oleh amblesnya jalan.
Insinyur dan personel MEA segera memeriksa keamanan tiang serta jaringan listrik, dan dengan sigap memperbaiki sistem listrik yang terdampak. Hingga kini, hampir seluruh pasokan listrik berhasil dipulihkan, meski masih ada beberapa area di zona ruko yang sedang diamankan. Warga di kawasan tersebut sudah dievakuasi demi keselamatan.
Terkait stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan, MEA memastikan kepada publik bahwa mereka memiliki sistem pemantauan dan tanggap darurat 24 jam untuk menjamin keamanan dan layanan bagi seluruh penduduk.