Rosan Roeslani (menghadap mik) dalam konferensi pers di TKN Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024) kemarin (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Perseteruan antara pengamat intelijen Connie Bakrie dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, RosanRoeslani masih terus berlangsung. Setelah disebut membuat pernyataan hanya akan menjabat presiden 2 tahun, kini menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukan datang dari dirinya.
"Pernyataan yang 2 tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah 2 tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu," ujarnya dalam konferensi pers di Media Center TKNPrabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024) kemarin.
Mendengar pernyataan Connie tersebut, lanjur Roslan, Eks Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) ini meminta Connie untuk tidak berpikir terlalu jauh. Menurut Rosan, hal itu tidak pantas.
"Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," lanjutnya.
Rosan mengatakan, tidak pernah menyangka seorang akademisi dan intelektual seperti Connie berkata demikian di ruang publik. Rosan mengaku terkejut dan sedih dengan sikap Connie.
“Mestinya tidak menyebarkan berita-berita yang tidak benar, berita-berita kebohongan seperti itu," tuturnya.
Lebih lanjut, Rosan menyebut dirinya tidak terlalu mengenal Connie Bakrie, dia menuturkan baru bertemu Connie ketika mengajaknya bergabung ke TKN. Pertemuan itu, lanjut dia, terjadi pada sekitar November 2023. Pertemuan tersebut juga dihadiri 2 orang lainnya.
"Saya bilang, ya kalau ada orang mau bergabung tentunya saya terbuka. Beliau didampingi oleh ada 1 orang lagi, saya lupa. Kemudian oleh ketua tim media Mas Angga, datang ke kantor saya. Bulan November akhir, datang ke kantor," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pengamat militer dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie kembali menegaskan bahwa isu Prabowo Subianto hanya akan menjabat Presiden RI 2 tahun jika terpilih di Pilpres 2024.
Menurut dia, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga sudah mendengar isu tersebut, tepatnya saat melakukan pertemuan pengusaha di Singapura. Dia menganggap bahwa apa yang disampaikan Hasto sebagai penguatan informasi terhadap apa yang ia katakan.
"Giniaja komentar saya, saya memahami kalau pada panik. Tapi saya mendapatkan perkuatan informasi itu, jadi bukan cumadiomongin ke saya oleh Pak ambassador Rosan, tapi juga pernah didengar oleh Bapak Hasto Kristiyanto," ujarnya kepada wartawan, Senin (12/2/2024) kemarin.
Akademisi berdarah Sunda-Gorontalo ini lantas menerangkan bahwa pernyataan Prabowo Subianto akan menjabat 2 tahun bukan hanya dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, RosanRoeslani saja. Tetapi, disampaikan juga oleh Prabowo Subianto sendiri.
"Ternyata bukan saja Pak Rosan menyatakan pernah kepada saya even Pak Prabowo di Singapura depan para pengusaha menyatakan hal yang sama, yang beda tahunnya. Pak Rosan bilang ke saya hanya 2 tahun, kalau Pak Prabowo bilangnya di atas panggung hanya 3 tahun," ujar dia.
Connie tidak menampik bahwa pernyataannya tersebut membuat TKNPrabowo-Gibran panik sebab tantangan capres-cawapres nomor urut 02 itu semakin berat, terkhusus menjelang pencoblosan. Apalagi data exit poll suara luar negeri yang jauh berbeda dengan target TKN. Belum lagi dengan film ‘Dirty Vote’ yang membongkar dugaan kecurangan yang dilakukan penguasa.