Memasuki hari keempat libur panjang akhir pekan dan Hari Raya Idul Adha, kualitas udara di Jakarta masih saja berstatus tidak sehat versi IQAir. Foto: IQAir
JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki hari keempat libur panjang akhir pekan dan Hari Raya Idul Adha, kualitas udara di Jakarta masih saja berstatus tidak sehat versi IQAir. Terdapat tiga kota di Indonesia yang hari ini berstatus tidak sehat, yakni , Tangerang Selatan, dan Kota Bandung.
Hasil indeks real time situs pemantau kualitas udara, IQAir, Selasa (18/6/2024) pukul 10.06 WIB, Jakarta menempati urutan pertama kota paling berpolusi di Indonesia dengan nilai AQI US 194. Disusul Kota Tangerang Selatan dengan nilai AQI US 191, dan Kota Bandung AQI US 177.
Selain itu, terdapat satu kota yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, yakni Kota Denpasar, dengan nilai AQI US 108.
Untuk diketahui, indeks kualitas udara dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya. Berikut penjelasannya:
1. Baik (0-50 PM2,5)
Kategori ini menandakan kualitas udara yang baik dan tidak memberikan efek berbahaya bagi kesehatan manusia atau hewan. Selain itu, tidak ada pengaruh yang signifikan pada tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.
2. Sedang (51-100 PM2,5)
Kategori ini menunjukkan bahwa kualitas udara masih dalam batas yang dapat ditoleransi oleh manusia dan hewan. Namun, udara ini dapat berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan mungkin juga memengaruhi nilai estetika.
3. Sangat Tidak Sehat (200-299 PM2,5)
Jika kualitas udara berada dalam rentang ini, hal itu dapat merugikan kesehatan bagi sejumlah segmen populasi yang terpapar.
4. Berbahaya (300-500 PM2,5)
Kategori ini menunjukkan bahwa kualitas udara sangat buruk dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, terutama bagi populasi yang terpapar secara langsung.
Partikel PM 2,5 yang menjadi penyebab utama kualitas udara buruk merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat merusak kesehatan, terutama pada jangka waktu yang panjang.
Paparan PM 2,5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi individu dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis, serta penurunan pertumbuhan fungsi paru-paru pada anak-anak.
1. Jakarta (Tidak Sehat): AQI US 194
2. Tangerang Selatan, Banten (Tidak Sehat): AQI US 191
3. Kota Bandung, Jawa Barat (Tidak Sehat): AQI US 177
4. Denpasar, Bali (Tidak sehat bagi kelompok sensitif): AQI US 108
5. Palembang, Sumatera Selatan (Sedang): AQI US 99
6. Surabaya, Jawa Timur (Sedang): AQI US 69
7. Jambi (Sedang): AQI US 66
8. Kota Bogor, Jawa Barat (Sedang): AQI US 64
9. Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Sedang): AQI US 57
10. Pekanbaru, Riau (Sedang): AQI US 57