Profil Letjen TNI Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Terseret Kasus Korupsi Jual Beli Tanah BUMD
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Letnan Jenderal (Letjen) TNI Widi Prasetijono, mantan ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, terseret dalam kasus dugaan korupsi jual beli tanah milik badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kasus tersebut berkaitan dengan transaksi pembelian lahan seluas 700 hektare oleh PT Cilacap Segara Artha dari PT Rumpun Sari Antan. Nilai transaksi tanah berstatus hak guna usaha (HGU) itu mencapai Rp237 miliar.
Perkara ini telah disidangkan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta. Selain Widi, terdapat tiga tersangka dari kalangan sipil dan BUMD, yakni mantan Sekretaris Daerah Cilacap Awaluddin Muuri, mantan Komisaris PT Cilacap Segara Artha Iskandar Zulkarnain, serta mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan Andhi Nur Huda.
Persoalan hukum muncul karena PT Cilacap Segara Artha telah melunasi pembayaran tanah, tetapi lahan tersebut tidak dapat diserahkan secara fisik. Hal itu karena lahan masih berada dalam penguasaan Kodam IV/Diponegoro.
Profil Letjen TNI Widi Prasetijono
Widi Prasetijono lahir di Trenggalek, Jawa Timur, pada 4 Juni 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 yang mengawali karier militernya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Pada awal kariernya, Widi bertugas sebagai Komandan Unit (Danunit) hingga Komandan Tim (Dantim) di Grup 2 Kopassus.
Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Seksi Logistik Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus, dan Komandan Batalyon Infanteri Raider 400.
Pada 2003-2006, Widi bertugas di Grup 1 Kopassus sebagai Kepala Seksi Logistik dan Wakil Komandan Batalyon 11.
Selanjutnya, pada 2009-2010, ia dipercaya menjabat Komandan Batalyon Infanteri Raider 400.
Pernah Jadi Ajudan Jokowi
Kedekatan profesional Widi dengan Joko Widodo terjalin ketika ia menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta pada 2011. Saat itu, Jokowi masih menjabat Wali Kota Surakarta.
Setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden RI pada 2014, Widi dipercaya menjadi ajudan presiden untuk periode 2014-2016. Ketika itu, pangkatnya masih kolonel.
Penugasan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier militernya sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Pernah Jabat Danjen Kopassus hingga Komandan Kodiklatad
Karier Widi terus berkembang setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan presiden.
Pada 2022-2023, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting, yakni Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam IV/Diponegoro, dan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad).
Pengalaman tersebut menempatkannya pada sejumlah posisi strategis dalam struktur komando TNI Angkatan Darat. Bahkan pada 2025, Widi menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).


















