BMKG: Cuaca RI Masuk Masa Peralihan, Hujan Lebat dan Titik Panas Muncul Bersamaan
Akhmad Baihaqi Arsyad






Dalam periode 30 Maret hingga awal April 2026, hujan dengan berbagai intensitas tercatat di banyak wilayah. Curah hujan sangat lebat terdeteksi di Maluku mencapai 134,3 mm per hari.
Sementara itu, hujan lebat juga terjadi di beberapa daerah, seperti: Sumatra Barat (86,6 mm/hari), Sumatra Utara (77,6 mm/hari), Sulawesi Selatan (76,0 mm/hari), Aceh (75,6 mm/hari), Gorontalo (60,5 mm/hari), Kalimantan Barat (58,3 mm/hari) dan Nusa Tenggara Barat (57,5 mm/hari).
Kondisi ini dipicu oleh berbagai fenomena atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Gelombang Rossby, Gelombang Kelvin, serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di sejumlah wilayah.
Selain itu, peralihan dari monsun Asia ke monsun Australia turut menciptakan pola konvergensi dan perlambatan angin, yang mempercepat pembentukan awan hujan.
Di tengah meningkatnya curah hujan, BMKG juga mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.
Fenomena ini, menurut BMKG, terjadi karena distribusi hujan yang tidak merata. Wilayah yang minim hujan tetap berpotensi mengalami kekeringan lokal yang memicu munculnya hotspot, kondisi yang umum terjadi saat masa peralihan musim.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang, potensi banjir dan tanah longsor dan risiko kebakaran hutan/lahan di wilayah dengan hotspot. Periode pancaroba seperti ini dikenal memiliki cuaca yang cepat berubah dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG agar dapat mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
