Jejak Sejarah Ponpes Sidogiri yang Dirintis Cucu Sunan Gunung Jati
Thomas Pulungan
PASURUAN, (ERAKINI) - Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri KH Fuad Noerhasan sedang berduka pascakecelakaan yang menimpa adiknya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu (perlintasan sebidang) wilayah Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/5/2024).
Empat orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam kejadian itu. Keempat korban tewas, yakni Hj Munjiyah binti KH Noerhasan bin Nawawie dari Ponpes Sidogiri. Kemudian Ning Maslahah binti Tohir (Sidogiri), Ning Aidah binti Mahfud (Gayam), dan Ning Alwiyah binti Ali (Kepuh, Kejayan). Korban Hj Munjiyah merupakan adik kandung KH A Fuad Noerhasan, dan tiga lainnya adalah keponakannya.
Ponpes Sidogiri merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia. Dikutip dari laman resminya, Rabu (8/5/2024), ponpes ini dirintis seorang Sayyid dari Cirebon, Jawa Barat, bernama Sayyid Sulaiman.
Sayyid Sulaiman merupakan keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban. Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, seorang perantau dari Tarim, Hadhramaut, Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, datang dari keturunan kerajaan, putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.
Sayyid Sulaiman mendirikan Ponpes Sidogiri dibantu oleh Kiai Aminullah,santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.
Sebelum jadi pesantren, saat itu Ponpes Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Konon pembabatan Sidogiri dilakukan selama 40 hari. Hutan Sidogiri dipilih untuk dibabat dan dijadikan karena diyakini tanahnya baik dan berbarakah.


















