Suasana pertemuan terbatas dalam kunjungan Dinas Arpus Kota Semarang di di ruang Walisongo Center UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang, Senin (28/7/2025) membahas usulan gelar pahlawan untuk KH Sholeh Darat. (Foto: Dinas Arpus Kota Semarang).
Adapun dinas ini sejak tahun 2023 membuat program diskusi, seminar maupun kajian atas naskah-naskah kuno karya ulama yang ada di Kota Semarang. Perhatian khusus diberikan kepada karya tulis Kyai Sholeh Darat.
Setelah berkali-kali bertemu dan menggelar kegiatan bersama para pihak terkait, khususnya Walisongo Center (unit perpustakaan UIN Walisongo) dan Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA), Dinas Arpus akhirnya berkesimpulan perlu segera mengajukan karya Kyai Sholeh Darat untuk dicatat sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB).
MKB adalah rekaman sejarah perjalanan suatu bangsa yang menjadi identitas dan jati diri bangsa tersebut. Ini adalah arsip yang menyimpan berbagai peristiwa, nilai, tokoh berpengaruh, adat-istiadat, dan pengalaman yang membentuk karakter dan arah suatu bangsa. Memori kolektif juga merupakan aset nasional yang penting untuk dilindungi dan dilestarikan. Pengeolaan oleh lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Setelah nanti teregistrasi di MKB kemudian diajukan ke UNESCO dalam Memory of the World (MoW). Perlu diketahui, aset Indonesia yang telah masuk dalam MoW adalah Tarian Jawa Mataraman dan Surat-Surat Kartini. Dan telah diketahui secara masyhur, Kartini adalah murid ngajinya Kyai Sholeh Darat.
Demikian intisari pertemuan terbatas dalam kunjungan Dinas ArpusKota Semarang di gedung Walisongo Center Kampus UIN Walisongo Semarang, Senin (28/7/2025).
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Walisongo Center Dr Anasom. Didampingi kepala Perpustakaan UIN Walisongo Umar Falahul Alam dan Pustakawan Ahli, Miswan.
Sementara dari rombongan Dinas Arpus dipimpin Kabid Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Laily Widyaningtyas dan dari Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA) hadir sekretarisnya yaitu M. Ichwan.
Dalam pertemuan itu, Ketua Walisongo Center, Anasom menyatakan terima kasih atas kehadiran rombongan Dinas ArpusKota Semarang yang mengunjungi Walisongo Center. Ia mengatakan, Walisongo Center adalah adalah sebuah pusat kajian dan literasi yang didirikan oleh UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk komitmen untuk merawat sejarah dan nilai-nilai dakwah para Wali Songo.
Gedung ini diresmikan pada 11 Agustus 2023 oleh Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki. “Diantara koleksi unik yang dimiliki Walisongo Center adalah gamelan dan wayang kuno yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam dakwahnya, naskah tulisan tangan KH Hasyim Asy’ari dan KH Soleh Darat, serta keris dan manuskrip milik KH Zubair al-Jailani, rektor pertama IAIN Walisongo,” tutur Anasom yang meraih gelar Magister Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada dan gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga ini.
Lebih Lanjut, Anasom menegaskan bahwa pendaftaraan karya Kyai Sholeh Darat ke Memori Kolektif Bangsa akan menjadi salah satu bagian penting dari upaya pengusulan gelar pahlawan. “Langkah Dinas Arpus mendaftarkan MKB adalah bagian dari langkah dukungan untuk proses pengusulan gelar pahlawan Kyai Sholeh Darat,” terang Anasom.
Kabid Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas ArpusKota Semarang Laily Widyaningtyas dalam pertemuan tersebut menyatakan puas telah melihat langsung koleksi kitab karya Kyai Sholeh Darat dan aneka koleksi lainnya yang disimpan di Walisongo Center.
Pihaknya siap untuk segera memproses pengajuan Memori Kolektif Bangsa ke lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia, untuk nantinya dicatatkan di UNESCO, lembaga milik Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Alhamdulillah. Sudah puas melihat langsung koleksi kitab KH Sholeh Darat. Sudah bisa dibilang memenuhi syarat untuk diajukan ke MKB di ANRI,” ujarnya.
Laily menambahkan, Dinas Arpus telah siap menjadi penyelenggara penuh Seminar Internasional yang merupakan salah satu rangkaian dari pemenuhan syarat pengusulan gelar Pahlawan untuk Kyai Sholeh Darat. Pihaknya telah mendapat kepastian anggaran dan telah disetujui Walikota Semarang untuk mengundang narasumber yang kompeten dari Leiden Belanda, untuk berbicara mengenai karya Kyai Sholeh Darat.
“Kami telah siap menjadi penyelenggara seminar internasional. Anggaran sudah siap. Walikota sudah menyetujui. Insya Allah kita gelar di mingu awal November di salah satu hotel di Semarang. Pembicara dari Leiden Belanda. Narasumber ini kami rembug dalam Panitia Pengusulan Gelar Pahlawan untuk Kyai Sholeh Darat,” ujar dia memungkasi pertemuan.
Berikutnya, Kepala Perpustakaan UIN Walisongo Umar Falahul Alam menyampaikan, pihaknya akan membantu segala hal yang diperlukan untuk keperluan pendaftarakan MKB tersebut. “Kami siap membantu apapun yang diperlukan untuk proses pendaftaran MKB,” terang Umar.