Kemenag Harap Dosen Mampu Beradaptasi dengan Kecerdasan Buatan
Abdul Rahman Ahdori
BANDUNG, (ERAKINI)-Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa teknologi merupakan unsur yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan peradaban manusia, termasuk dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, salah satu teknologi yang perlu menjadi perhatian dan mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dhani, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa secara umum, terminologi AI merujuk pada aplikasi komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya.
"Implementasi AI pada saat ini, memiliki peran signifikansi dan substantif dalam memudahkan berbagai aktivitas kehidupan manusia, termasuk di bidang pendidikan," kata Ali Ramdhani pada pembukaan Short Course Peningkatan Mutu Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, Minggu, (1/10/2023).
Tema perkembangan AI menjadi salah satu fokus bahasan pada kegiatan tersebut. Tema ini lanjutnya, selaras dan relevan dengan program prioritas Kementerian Agama yang dicanangkan oleh Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, yakni transformasi digital.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para dosen dan insan perguruan tinggi untuk terus menjadi pembelajar. Ia berharap para dosen khususnya, tidak puas dengan apa yang diketahui saat ini agar bisa meraih masa depan.
"Orang Terpelajar adalah pemilik masa lalu, sedangkan orang yang terus belajar (Pembelajar), ia adalah pemilik masa depan," ungkapnya.
Pembelajar lanjutnya adalah mereka yang terus melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman, yang saat ini berbasis pada perkembangan teknologi Informasi. Dengan terus belajar maka mereka akan mampu menyiapkan peserta didik berada pada "poros kemajuan," tanpa mengabaikan aspek pembentukan , terutama akhlak karimah.


















