Presiden Prabowo Subianto telah mengakhiri kunjungan kenegaraannya di Arab Saudi dan bertolak meninggalkan Jeddah pada Kamis, 3 Juli 2025 malam. Foto: Foto: BPMI Setpres
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto telah mengakhiri kunjungan kenegaraan di Arab Saudi dan bertolak meninggalkan Jeddah pada Kamis, 3 Juli 2025 malam. Lantas apa saja hasil kunjungan Prabowo dari Negara Minyak itu?
Prabowo tiba di Jeddah, Selasa, (1/07/2025) untuk memulai kunjungan kenegaraan. Kunjungan Prabowo ke Arab Saudi selama dua hari berlangsung produktif dan penuh makna. Prabowo disambut langsung Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) bin Abdulaziz Al Saud di Istana Al-Salam Jeddah, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang.
Berikut enam kesepakatan penting yang dicapai Presiden Prabowo dan Pangeran MBS, dikutip dari keterangan resmi BPMI Setpres:
1. Tandatangani Minutes of Meeting DKT Indonesia-Arab Saudi
Pada kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi ini Presiden Prabowo dan Pangeran MBS menggelar pertemuan empat mata (tete-a-tete), dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama delegasi dari kedua negara.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin melaksanakan pertemuan perdana Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT). Dalam pertemuan bersejarah ini keduanya menandatangani Minutes of Meeting (MoM) DKT Indonesia–Arab Saudi, yang salah satu isinya adalah kesepakatan Tata Kelola DKT, yang akan menjadi kerangka acuan institusional DKT dan selanjutnya akan dikoordinasikan oleh kedua Menteri Luar Negeri.
Penandatanganan MoM DKT ini menjadi capaian monumental yang mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu mitra strategis Arab Saudi di kawasan Asia Tenggara.
2. Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Investasi, dan Energi
Presiden Prabowo Pengeran MBS sepakat memperkuat kemitraan strategis di bidang ekonomi, investasi, dan energi dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Al-Salam.
Dalam konteks perdagangan, kedua negara menekankan pentingnya peningkatan volume perdagangan, kunjungan antarpejabat sektor publik dan swasta, serta penyelenggaraan forum bisnis secara berkala melalui Saudi-Indonesian Business Council.
Di bidang energi, Indonesia menyampaikan apresiasi atas peran sentral Arab Saudi dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan pasar minyak global, serta menegaskan pentingnya keamanan pasokan energi bagi pasar dunia.
Kedua pimpinan negara juga menyepakati sejumlah area kerja sama utama di sektor energi, termasuk pasokan minyak mentah dan turunannya, proyek kilang dan petrokimia, energi baru dan terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan karbon, teknologi hidrogen bersih, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk energi berkelanjutan.
Khusus di bidang mineral, kedua negara juga akan bekerja sama dalam pertukaran pengalaman geologi, eksplorasi tambang, pemrosesan, hingga penerapan teknologi modern. Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Indonesia dan Arab Saudi sepakat membentuk peta jalan bersama untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif, memfasilitasi arus modal, serta mengatasi hambatan regulasi.
3. Kerja Sama Layanan Kesehatan Haji dan Umrah
Prabowo Subianto dan Pangeran MBS juga menegaskan komitmen kuat untuk memperluas dan meningkatkan kerja sama strategis di berbagai sektor. Keduanya menyatakan aspirasi bersama untuk memperkuat kerja sama di sektor kesehatan, khususnya terkait dengan layanan kesehatan haji dan umrah.
Kedua negara juga berkomitmen mendukung investasi di bidang farmasi, vaksin, teknologi kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
4. Kemitraan di Berbagai Sektor Strategis
Kedua pimpinan negara menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan di berbagai sektor strategis lainnya. Mulai dari ekonomi digital, sistem peradilan, ketenagakerjaan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga, pendidikan dan riset ilmiah, industri dan pertambangan, pertanian, perikanan dan ketahanan pangan, hingga konektivitas penerbangan.
Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kedua pemimpin sepakat mempererat kerja sama untuk kepentingan bersama dan kontribusi terhadap stabilitas kawasan serta dunia. Fokus utama mencakup kerja sama kontra-terorisme, penanggulangan ekstremisme, keamanan siber, dan pertukaran informasi serta pelatihan.
5. Investasi Rp438 Triliun
Kedua pemimpin menyambut baik penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi, dengan nilai total mencapai USD27 miliar sekitar Rp438,37 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup bidang energi bersih, industri petrokimia, dan layanan bahan bakar penerbangan.
Kedua negara juga menegaskan pentingnya kerja sama dalam forum-forum multilateral, seperti IMF, Bank Dunia, OKI, G20, hingga Gerakan Non-Blok, guna menghadapi tantangan global dan memperjuangkan kepentingan bersama.
6. Serukan Perdamaian Palestina dan Kawasan
Prabowo dan Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza, serta menegaskan komitmen untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Kedua negara menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan penderitaan rakyat Gaza, mengecam penggunaan blokade dan kelaparan sebagai senjata perang, serta menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina.
Dalam konteks krisis Yaman, Indonesia dan Arab Saudi menyuarakan dukungan penuh terhadap upaya politik damai dan menjaga stabilitas kawasan Laut Merah. Kedua negara juga menyambut positif pencabutan sanksi terhadap Suriah oleh AS, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa sebagai langkah positif menuju rekonstruksi, stabilitas, dan kembalinya para pengungsi.
Mengenai situasi di Sudan, Presiden Prabowo dan Pangeran MBS menekankan pentingnya kelanjutan dialog damai melalui Forum Jeddah untuk mencapai gencatan senjata penuh dan mengakhiri krisis kemanusiaan.
Prabowo dan Pangeran MBS menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik kawasan, serta berharap gencatan senjata tersebut dapat terus berlanjut.