Hansi Flick menegaskan reputasinya sebagai spesialis partai final. Flick selalu menang di setiap final yang ia jalani sebagai pelatih, yakni delapan kemenangan dari delapan final. Foto: FC Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) – Hansi Flick menegaskan reputasinya sebagai spesialis partai final. Flick selalu menang di setiap final yang ia jalani sebagai pelatih, yakni delapan kemenangan dari delapan final.
Pelatih asal Jerman itu sukses membawa Barcelona menaklukkan Real Madrid 3-2 pada final , sekaligus memperpanjang rekor sempurnanya di laga puncak. Kemenangan di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (12/1/2026) dini hari tersebut menghadirkan trofi pertama Barça musim ini.
Dari Bayern Munich hingga Barcelona
Dikutip dari situs resmi FC Barcelona,rekor impresif Flick bermula pada musim 2019/2020 bersama Bayern Munich. Saat itu, ia mengantar Die Roten menjuarai DFB-Pokal usai mengalahkan Bayer Leverkusen 4-2 pada Juli 2020, dengan Robert Lewandowski mencetak dua gol.
Sejak itu, Flick terus menambah koleksi gelar di partai final, yakni Liga Champions 2020, Piala Super Eropa 2021, Piala Super Jerman 2021, Piala Dunia Antarklub 2021, Copa del Rey 2025, serta Piala Super Spanyol 2025 dan 2026.
Tiga Final Beruntun Kalahkan Real Madrid
Bersama Barcelona, Flick juga mencatatkan rekor khusus. Ia memenangi tiga final secara beruntun, semuanya melawan Real Madrid. Capaian tersebut menjadikannya pelatih Barça pertama yang meraih tiga kemenangan final beruntun atas Los Blancos.
Secara keseluruhan, Flick kini mengoleksi lima kemenangan dari enam laga El Clasico. Catatan itu membuatnya hanya kalah dari Pep Guardiola dan Johan Cruyff (masing-masing 9 kemenangan), serta Terry Venables (6 kemenangan), dalam daftar pelatih Barcelona dengan kemenangan terbanyak atas Real Madrid.
Masuk Daftar 10 Pelatih Tersukses Barça
Kemenangan di Arab Saudi juga membawa Flick masuk posisi kedelapan dalam daftar pelatih tersukses sepanjang sejarah Barcelona. Ia sejajar dengan Patrick O’Connell, Enrique Fernández, Louis van Gaal, dan Ernesto Valverde.
Menariknya, tidak ada pelatih lain yang mampu meraih jumlah trofi sebanyak Flick hanya dalam dua musim pertamanya menukangi Barça.
Samai Rekor 10 Kemenangan Beruntun
Kemenangan atas Real Madrid membuat Barcelona mencatatkan 10 kemenangan beruntun di semua ajang. Catatan ini menyamai rekor yang terakhir kali diraih pada era Luis Enrique pada 2016.
Rangkaian kemenangan tersebut diraih setelah periode naik turun di awal musim. Sejak kekalahan dari Chelsea di Liga Champions, Barcelona tampil konsisten dengan kemenangan atas Atlético Madrid (3-1), Betis (5-3), Villarreal (2-0), Espanyol (2-0), hingga kemenangan di final Piala Super Spanyol.
Bidik Rekor Era Luis Enrique Barcelona terakhir kali mencatatkan lebih dari 10 kemenangan beruntun pada Januari–Februari 2015 di bawah asuhan Luis Enrique, dengan torehan 11 kemenangan beruntun.
Jika Barcelona mampu mengalahkan Racing Santander pada laga Copa del Rey berikutnya, tim asuhan Hansi Flick berpeluang menyamai rekor tersebut dan semakin menegaskan tren positif mereka musim ini.
Barcelona meraih gelar Piala Super Spanyol ke-16 setelah dua gol Raphinha dan satu gol Robert Lewandowski memastikan kemenangan dramatis Blaugrana atas Real Madrid.
Usai laga, Flick menegaskan pentingnya trofi tersebut. “Piala Super ini sangat penting bagi kami, dan memenangkannya melawan Real Madrid membuatnya semakin spesial. Menang itu selalu menyenangkan, apalagi jika dilakukan dengan cara yang baik,” ujar Flick.
Ia juga memuji soliditas timnya. “Kami bermain sangat baik dan mampu mengontrol pertandingan. Tidak mudah, tetapi kami berjuang sebagai sebuah tim,” katanya.
Menurut Flick, mentalitas menjadi kunci keberhasilan Barcelona. “Semua pemain berjuang untuk tim, untuk lambang klub, dan untuk para suporter. Itulah kuncinya, ditambah dengan kepercayaan diri yang kami miliki,” ucapnya.