Arsenal dan Chelsea kembali terlibat dalam duel panas sesama tim ibu kota saat bentrok di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam pukul 23.30 WIB. Foto: Getty Images
LONDON, (ERAKINI) — Arsenal dan Chelsea kembali terlibat dalam duel panas sesama tim ibu kota saat bentrok di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam pukul 23.30 WIB. Laga ini bukan sekadar derby London, tetapi juga pertarungan krusial dalam perburuan gelar Liga Inggris dan tiket Liga Champions musim 2025/26.
Arsenal datang dengan status pemuncak klasemen dan rekor kandang impresif, sementara Chelsea mengusung ambisi menembus empat besar. Dengan jarak poin yang ketat di papan atas, hasil pertandingan ini bisa berdampak besar terhadap peta persaingan.
Arsenal tengah percaya diri usai kemenangan telak 4-1 atas Tottenham di derby London utara. Sebaliknya, Chelsea memburu kemenangan tandang ketiga beruntun untuk menjaga asa finis di empat besar.
Arsenal saat ini memimpin klasemen Liga Inggris dengan 61 poin dari 28 pertandingan, unggul lima angka atas Manchester City. Tim asuhan Mikel Arteta juga tampil solid di kandang musim ini. Dari 21 pertandingan di semua kompetisi, mereka memenangi 17 laga, mencetak 51 gol dan hanya kebobolan 12 kali. The Gunners juga mencatat tiga clean sheet beruntun di Emirates Stadium, yang diawali kemenangan 1-0 atas Chelsea pada leg kedua semifinal Piala Liga.
Di Emirates, The Gunners mencetak 51 gol dan hanya kebobolan 12. Mereka bahkan membukukan tiga clean sheet beruntun, termasuk kemenangan 1-0 atas Chelsea di semifinal Piala Liga.
Dalam derby London, Arsenal juga tampil dominan. Mereka hanya kalah sekali dalam 25 derby London terakhir di Liga Inggris, yakni kekalahan kandang 0-1 dari West Ham pada Februari tahun lalu (18 menang, enam imbang).
Chelsea Incar Konsistensi
Dari tim tamu, Chelsea saat ini berada di posisi kelima dengan 45 poin dari 27 pertandingan, hanya terpaut tiga angka dari Manchester United di peringkat keempat. The Blues juga memiliki rekor tandang yang solid, mengoleksi 22 poin dari 13 laga, terbaik kedua setelah Arsenal.
Secara ofensif, Chelsea termasuk tajam. Mereka telah mencetak 48 gol musim ini, hanya kalah dari Arsenal dan Manchester City (masing-masing 56 gol). Joao Pedro menjadi andalan dengan torehan 11 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak keempat liga saat ini. Menariknya, Chelsea hanya sekali kalah dalam 13 derby London terakhir di Liga Inggris (delapan menang, empat imbang).
Namun, Chelsea tengah dalam tren negatif saat menghadapi Arsenal. The Blues tidak pernah menang dalam delapan laga terakhir Liga Inggris melawan The Gunners, catatan terburuk mereka sejak rangkaian 19 pertandingan tanpa kemenangan pada periode 1995 hingga 2005.
Kabar baiknya, Chelsea mencatat dua kemenangan tandang Liga Inggris di bawah asuhan Liam Rosenior. Terakhir kali ada manajer yang mampu memenangi tiga laga tandang pertamanya secara beruntun di Liga Inggris adalah Arne Slot. Sementara pelatih asal Inggris terakhir yang melakukannya adalah Tim Sherwood bersama Tottenham pada musim 2013/14.
Head to Head Arsenal merupakan lawan yang paling sering dihadapi Chelsea sepanjang sejarah klub, dengan total 214 pertemuan. Namun dalam beberapa musim terakhir, dominasi berada di tangan The Gunners. Arsenal tak terkalahkan dalam 10 laga terakhir melawan Chelsea di semua kompetisi (tujuh menang, tiga imbang).
Chelsea terakhir kali menang atas Arsenal terjadi pada Agustus 2021 di Emirates, ketika gol Romelu Lukaku dan Reece James memastikan kemenangan 2-0. Dalam lima kunjungan terakhir ke Emirates, Chelsea menelan empat kekalahan beruntun setelah kemenangan tersebut.
Rekor Chelsea Hadapi Arsenal (Semua Kompetisi):
Main: 214
Menang: 66
Imbang: 62
Kalah: 86
Kemenangan Terbesar
Kemenangan terbesar Chelsea di markas Arsenal adalah 5-0 di ajang Piala Liga 1998/99. Sementara kemenangan tandang terbesar Chelsea di liga adalah 4-1 pada musim 1959/60, 1960/61, dan 2008/09.
Dengan performa impresif Arsenal di kandang dan motivasi tinggi Chelsea untuk menembus zona Liga Champions, duel di Emirates i ini diprediksi berlangsung sengit.