Arsenal bersiap menghadapi ujian terberat di Liga Champions musim ini saat menjamu Atletico Madrid di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2025) pukul 02.00 WIB. Foto: Arsenal
JAKARTA, (ERAKINI) – Arsenal bersiap menghadapi ujian terberat di Liga Champions musim ini saat menjamu di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2025) pukul 02.00 WIB.
The Gunners sejauh ini menjadi satu dari enam tim yang masih mempertahankan rekor sempurna di kompetisi Eropa musim ini, dengan dua kemenangan beruntun.
Namun, tantangan berat menanti. Skuad Los Rojiblancos asuhan Diego Simeone datang ke London dengan kekuatan penuh dan produktivitas tinggi setelah selalu mencetak gol di setiap laga musim ini. Meski begitu, catatan kandang Arsenal sangat impresif, yakni 11 kemenangan beruntun di fase grup dan liga Liga Champions tanpa kebobolan.
Di sisi lain, performa Atletico di La Liga musim ini masih naik turun. Mereka belum pernah menang dalam lima laga tandang di semua kompetisi, termasuk kekalahan dramatis di markas Liverpool pada matchday pertama Liga Champions musim ini. Rekor buruk di tanah Inggris juga masih menghantui, dengan hanya satu kemenangan dari 11 laga terakhir.
Musim panas lalu, Simeone melakukan perombakan besar di skuadnya. Sejumlah pemain senior seperti Cesar Azpilicueta, Axel Witsel, Angel Correa, Saul, Rodrigo De Paul, dan Thomas Lemar hengkang. Sebagai gantinya, Atletico mendatangkan Alex Baena, Johnny Cardoso, Thiago Almada, Giacomo Raspadori, dan David Hancko.
Meski sempat kesulitan di awal musim, performa Atletico mulai membaik. Mereka mengalahkan Rayo Vallecano 3-2 lewat hattrick Julian Alvarez, lalu menumbangkan Real Madrid 5-2, kemenangan terbesar atas rival sekota itu dalam 75 tahun. Gol Thiago Almada pekan lalu juga memberi mereka kemenangan 1-0 atas Osasuna, sekaligus menjadi laga ke-750 Simeone sebagai pelatih.
Persiapan Pelatih
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui laga melawan Atletico akan menjadi ujian sesungguhnya bagi timnya. “Waktu persiapan sangat singkat, tapi kami harus memaksimalkan setiap detik untuk menganalisis mereka. Atletico sudah banyak berkembang dibanding tahun lalu. Kami harus membuat rencana yang jelas agar pemain bisa memahami dan menerapkannya dengan baik di lapangan,” ujar Arteta dalam konferensi pers pra-laga, dikutip dari laman resmi Arsenal.
Sementara itu, Simeone menegaskan timnya siap menghadapi tekanan tinggi dari Arsenal. “Kami tahu mereka kuat dalam pressing dan transisi. Kami akan mencoba membawa pertandingan ke arah yang bisa menguntungkan kami. Arsenal punya pemain tinggi dan cerdas, mereka bisa memenangkan laga lewat bola mati, seperti yang kami lakukan pada 2014,” kata pelatih asal Argentina itu.
Kondisi Terkini Skuad Arsenal masih belum bisa diperkuat Martin Odegaard, Noni Madueke, Kai Havertz, dan Gabriel Jesus yang cedera lutut. Sementara bek Piero Hincapie mendekati comeback setelah absen sebulan, dan Declan Rice serta Martin Zubimendi terancam skorsing jika mendapat kartu kuning lagi.
Di kubu Atletico, Nico Gonzalez yang sempat cedera kepala sudah kembali masuk skuad. Johnny Cardoso masih absen, namun bek Clement Lenglet siap tampil setelah lepas dari larangan bermain domestik.
Simeone kemungkinan besar tetap mengandalkan formasi 4-4-2 yang efektif kala menumbangkan Real Madrid dan Liverpool. Atletico kini tampil lebih menyerang dibanding musim-musim sebelumnya, tetapi pertahanan mereka lebih terbuka. Mereka sudah kebobolan di semua laga tandang musim ini.
Fakta dan Statistik:
1. Sejak awal musim lalu, Arsenal telah memenangkan 8 dari 10 laga fase grup Liga Champions, terbanyak bersama Liverpool dan Inter Milan.
2. The Gunners menang 2-0 dalam dua laga terakhir Liga Champions dan berpeluang mencatat tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan untuk pertama kalinya sejak Oktober 2007.
3. Atletico Madrid tidak pernah bermain imbang dalam 19 pertandingan terakhir di Liga Champions (menang 13, kalah 6).
4. Arsenal menjadi satu dari dua tim bersama Inter Milan, yang belum kebobolan di Liga Champions musim ini, dengan peringkat pertama untuk expected goals against (0,85).
5. Bukayo Saka telah terlibat langsung dalam 17 gol dari 19 laga Liga Champions (11 gol, 6 assist). Sejak debutnya pada 2023, ia memiliki rasio kontribusi gol terbaik kedua di antara pemain sayap (1 gol/assist setiap 89 menit), hanya kalah dari Raphinha (69 menit) milik Barcelona.
6. Julian Alvarez mencetak 13 gol dalam 11 pertandingan Liga Champions sejak awal musim 2023/24, melampaui catatan expected goals (xG)-nya dengan selisih tertinggi di kompetisi (+7,6).
7. Gabriel Martinelli mencetak 3 gol dalam 5 laga Eropa terakhirnya, menyamai total gol dari 34 penampilan sebelumnya di kompetisi kontinental.