Medali emas yang dipersembahkan atlet panjat tebing Veddriq Leonardo pada Kamis (8/8/2024) sore, mendongkrak posisi Merah Putih dalam klasemen Olimpiade Paris 2024. Foto: Kemenpora/ NOC Indonesia
Dengan tambahan 1 medali emas, posisi Indonesia kini berada di peringkat 46, atau naik 26 tangga dari sebelumnya berada di posisi 72.
Berdasarkan data olympics.com, hingga Kamis malam pukul 21.30 WIB, Amerika Serikat masih kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 27 emas, 35 perak, dan 33 perunggu.
Disusul di peringkat kedua China dengan perolehan 25 emas, 25 perak, dan 17 perunggu. Australia menempel di posisi ketiga dengan raihan 18 emas, 14 perak, dan 11 perunggu.
Sementara tuan rumah Prancis berada di posisi keempat dengan perolehan 13 emas, 17 perak, dan 21 perunggu. Sedangkan Indonesia berada di posisi 46 dengan perolehan 1 emas dan 1 perunggu.
Veddriq, yang berusia 27 tahun, meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 4,75 detik dalam nomor speed, mengalahkan wakil China, Wu Peng, yang mencatatkan waktu 4,77 detik di laga final yang berlangsung di Site d'escalade du Bourget, Paris.
“Senang sekali, Alhamdulillah. Terima kasih masyarakat Indonesia. Olahraga ini baru, tapi diberi kepercayaan dan bisa dibuktikan dengan meraih emas. Bersyukur untuk pencapaian ini, dan saya pun bangga,” ungkap Veddriq dalam keterangan tertulis.
Veddriq juga menegaskan bahwa medali emas ini dipersembahkan untuk merayakan ulang tahun ke-79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
“Medali emas ini berkah dan merupakan hasil kerja keras serta dedikasi semua tim pelatih, atlet, dan keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungan. Ini juga kado untuk Indonesia di ulang tahun ke-79,” tambahnya.
Perjalanan Veddriq menuju medali emas terbilang mulus. Ia tidak pernah kalah sejak babak elimination seeding hingga final. Ia mengalahkan Bassa Mawem dari Prancis dalam penyisihan, Rahmad Adi Mulyono di babak eliminasi, kembali melawan Mawem di perempat final, dan Rezza Ali Pour dari Iran di semifinal sebelum mengalahkan Wu Peng di final.
Medali emas ini juga menjadi yang pertama bagi Indonesia dalam cabang olahraga selain bulu tangkis di ajang Olimpiade. Ini juga merupakan medali emas pertama dalam sejarah olimpiade untuk nomor speed yang dipertandingkan secara individu, mengingat pada Olimpiade Tokyo 2020, nomor lead dan speed digabungkan.