Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel dua bintang bernomor punggung 10, Messi dan Salah, saat Argentina menghadapi Mesir, Selasa (7/7) malam. Foto: Dok AP
Argentina datang sebagai juara bertahan sekaligus salah satu favorit juara. Namun, kemenangan dramatis atas Tanjung Verde di babak 32 besar menunjukkan bahwa La Albiceleste bukan tim yang tak bisa dikalahkan. Messi dkk harus bekerja keras hingga perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang 3-2.
Sementara itu, Mesir tengah menorehkan sejarah. Wakil Afrika tersebut berpeluang melangkah ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Sebagai satu dari dua tim Afrika yang masih bertahan di turnamen, Mesir membawa harapan besar bagi benua tersebut.
Perjalanan Menuju Babak 16 Besar Argentina lolos sebagai juara Grup J dengan raihan sempurna sembilan poin setelah mengalahkan Austria, Aljazair, dan Yordania. Di babak 32 besar, Argentina dipaksa bermain hingga extra time sebelum mengatasi perlawanan sengit Tanjung Verde dengan skor 3-2.
Sedangkan Mesir melaju sebagai runner-up Grup G dengan koleksi lima poin hasil bermain imbang melawan Belgia dan Iran, serta menang atas Selandia Baru. Di fase gugur, Mesir menyingkirkan Australia lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit. Kemenangan itu menjadi yang pertama Mesir di fase gugur Piala Dunia sejak tampil perdana pada edisi 1934.
Faktor Kelelahan
Jelang pertandingan, kondisi kebugaran pemain menjadi perhatian utama. Argentina baru saja menjalani laga melelahkan melawan Tanjung Verde yang berlangsung hingga perpanjangan waktu di tengah cuaca panas Miami.
Di sisi lain, Mesir juga menghabiskan energi besar saat menghadapi Australia dalam pertandingan yang berlanjut hingga adu penalti. Kedua tim memiliki waktu pemulihan yang relatif singkat sebelum bentrok di babak 16 besar. Messi mengakui merasa kelelahan usai pertandingan sebelumnya. Ia juga menilai Argentina belum mampu menerapkan tekanan tinggi secara konsisten terhadap lawan.
Mesir diperkirakan kembali mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat melalui Mohamed Salah serta penyerang Manchester City, Omar Marmoush. Kondisi Salah menjadi perhatian karena sempat mengalami masalah hamstring sebelum menghadapi Australia. Selama pertandingan tersebut, ia beberapa kali terlihat tidak melakukan sprint dengan kecepatan penuh.
Apabila mampu menyingkirkan Argentina, Mesir akan menjadi negara Afrika kelima yang berhasil mencapai perempat final Piala Dunia, mengikuti jejak Kamerun (1990), Senegal (2002), Ghana (2010), serta Maroko (2022 dan 2026).
Menurut superkomputer Opta, Argentina menjadi favorit dengan peluang menang sebesar 69,1 persen dalam waktu normal. Sementara peluang kemenangan Mesir hanya mencapai 12,3 persen. Adapun kemungkinan pertandingan berlanjut hingga babak perpanjangan waktu diperkirakan sebesar 18,5 persen.