Pertandingan Atletico Madrid vs Botafogo yang berlangsung di Rose Bowl, California pada Selasa (24/6/2025) dini hari WIB. Atletico Madrid gagal menembus 16 besar Piala Dunia Antarklub meski menang atas Botafogo 1-0. (Foto: Instagram/atleticodemadrid).
JAKARTA, (ERAKINI) - Meski sukses menundukkan Botafogo dengan skor 1-0, Atletico Madrid tetap harus angkat koper lebih awal dari ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Kemenangan yang diraih di laga pamungkas Grup B itu belum cukup membawa pasukan Diego Simeone melangkah ke fase gugur.
Pertandingan yang berlangsung di Rose Bowl, California pada Selasa (24/6/2025) dini hari WIB menghadirkan ketegangan hingga menit akhir. Gol semata wayang dari Antoine Griezmann pada menit ke-87 menjadi satu-satunya pembeda di laga ini.
Namun, meski mengantongi tiga poin dan menyamai raihan poin Botafogo (masing-masing enam), Atletico tetap kalah dalam hitungan selisih gol. Tim asal Brasil mencatat selisih +1, sementara Atletico hanya -1, membuat mereka harus puas finis di posisi ketiga grup.
Terkait jalannya pertandingan, laga dimulai dengan dominasi awal dari Botafogo. Di menit ke-10, Jefferson Savarino hampir saja mencetak gol, namun aksinya berhasil digagalkan oleh Jan Oblak. Beberapa menit kemudian, Artur mengancam dari luar kotak penalti, meski arah tembakannya masih belum tepat sasaran.
Atletico coba membalas lewat upaya Alexander Sorloth dan Conor Gallagher, namun belum memberi ancaman nyata. Pablo Barrios sempat mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, namun sepakan lemah itu mudah diamankan oleh penjaga gawang Botafogo.
Peluang terbaik bagi tim Spanyol di babak pertama datang pada menit ke-41, kala Julian Alvarez mendapat ruang tembak di area penalti, tetapi bola masih menyamping. Tak lama setelahnya, VAR sempat memeriksa potensi pelanggaran yang berujung penalti untuk Atletico, namun wasit tidak mengesahkannya. Akhirnya, babak pertama berakhir dengan skor kacamata, 0-0.
Memasuki babak kedua, Simeone langsung melakukan penyegaran. Antoine Griezmann dimasukkan untuk meningkatkan intensitas serangan. Kombinasi antara Alvarez dan Marcos Llorente mulai memberi tekanan serius ke lini belakang Botafogo.
Peluang demi peluang mulai bermunculan. Pada menit ke-54, situasi sepak pojok menghasilkan kemelut di depan gawang, namun Clement Lenglet dan Giuliano Simeone gagal memaksimalkannya.
Tensi pertandingan meningkat setelah insiden fisik antar pemain. Giuliano nyaris dilanggar di kotak penalti, tetapi tetap mampu meneruskan permainan.
Griezmann sendiri mendapat peluang matang di menit ke-59, sayangnya penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran. Botafogo tidak tinggal diam. Pada menit ke-67, Igor Jesus nyaris membobol gawang Oblak lewat sepakan keras dari sisi kiri, namun kiper asal Slovenia itu tampil gemilang dengan penyelamatan satu tangan.
Di menit ke-83, Angel Correa hampir memberikan assist brilian kepada Griezmann, namun peluang emas itu kembali terbuang. Akhirnya, pada menit ke-87, gol yang ditunggu datang. Umpan mendatar dari Julian Alvarez sukses dimanfaatkan Griezmann dengan sepakan kaki kiri yang terukur, membawa Atletico unggul 1-0.
Meski unggul, Atletico masih membutuhkan satu gol tambahan untuk memastikan tempat di babak 16 besar. Lima menit waktu tambahan dimanfaatkan untuk menggempur pertahanan Botafogo, namun tim Brasil tersebut bertahan dengan solid dan tak memberi ruang.
Peluit panjang berbunyi, Atletico menang, tapi tak lolos. Keunggulan selisih gol Botafogo cukup untuk membawa mereka melangkah ke fase selanjutnya, dan mengakhiri perjuangan Atletico di turnamen ini secara tragis.
Botafogo (4-3-3):
John; Vitinho, Adryelson Cunha, Bastos Barboza, Alex Telles; Allan, Gregore, Eduardo Freitas; Artur, Igor Jesus, Jefferson Savarino.
Atletico Madrid (4-4-2):
Jan Oblak; Marcos Llorente, Robin Le Normand, Clement Lenglet, Javi Galan; Giuliano Simeone, Rodrigo de Paul, Pablo Barrios, Conor Gallagher; Alexander Sorloth, Julian Alvarez.