Inggris dan Argentina akan bentrok dalam duel sarat gengsi pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB. (Foto: Istimewa).
JAKARTA, (ERAKINI) - Aroma laga klasik kembali menyelimuti panggung terbesar sepak bola dunia. Inggris dan Argentina akan bentrok dalam duel sarat gengsi pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga babak baru dari rivalitas panjang dua kekuatan besar sepak bola dunia. Pemenang laga ini sudah ditunggu oleh Spanyol yang lebih dahulu mengamankan tempat di partai puncak setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
Tim asuhan Thomas Tuchel menunjukkan karakter kuat sepanjang fase gugur. Perjalanan mereka menuju semifinal tidak pernah mudah. The Three Lions lebih dulu menaklukkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada babak 32 besar. Setelah itu, Inggris menyingkirkan tuan rumah Meksiko dengan kemenangan dramatis 3-2 meski harus bermain dengan 10 orang di akhir pertandingan.
Di perempat final, Inggris kembali menunjukkan daya juangnya saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Pahlawan kemenangan itu adalah Jude Bellingham yang mencetak dua gol sekaligus memastikan langkah negaranya ke empat besar.
Kemampuan bangkit dari ketertinggalan menjadi senjata utama Inggris sepanjang turnamen. Mereka sukses melakukan comeback saat menghadapi RD Kongo maupun Norwegia, menunjukkan mental juara yang mulai terbentuk di bawah kepemimpinan Tuchel.
Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua nama besar, yakni Harry Kane dan Jude Bellingham. Keduanya telah mengoleksi masing-masing enam gol. Artinya, duet tersebut menyumbang 12 dari total 13 gol yang dicetak Inggris sepanjang turnamen.
Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaiknya setelah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan terakhir. Ketajaman gelandang muda itu menjadi harapan utama Inggris untuk menembus final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966.
Meski demikian, Thomas Tuchel mengingatkan bahwa timnya masih harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin menyingkirkan juara bertahan Argentina. Di sisi lain, perjalanan Argentina menuju semifinal juga penuh drama.
Tim racikan Lionel Scaloni menundukkan Tanjung Verde 3-2 lewat babak tambahan waktu pada fase 32 besar. Selanjutnya, La Albiceleste memperlihatkan mental luar biasa ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar. Pada perempat final, Argentina kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengatasi Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu.
Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi jantung permainan Argentina. Kapten La Albiceleste itu sudah mengoleksi delapan gol dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Saat menghadapi Swiss, Messi memang gagal mencetak gol. Namun, kontribusinya tetap vital melalui assist yang menghasilkan gol pembuka dari Alexis Mac Allister. Meski Messi masih menjadi bintang utama, Argentina tidak lagi bergantung pada satu pemain. Hingga semifinal, tujuh pemain Argentina lainnya juga telah mencatatkan nama di papan skor, menunjukkan kedalaman skuad yang sangat berbahaya.
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina di ajang Piala Dunia. Inggris lebih dahulu memenangkan duel pada edisi 1962 dan 1966. Namun Argentina membalas dengan kemenangan legendaris pada perempat final 1986 melalui aksi ikonik Diego Maradona.
La Albiceleste kembali menyingkirkan Inggris lewat adu penalti pada Piala Dunia 1998. Sementara pertemuan terakhir terjadi pada fase grup Piala Dunia 2002 ketika Inggris menang tipis 1-0 melalui penalti David Beckham. Kini, lebih dari dua dekade setelah pertemuan terakhir di Piala Dunia, kedua negara kembali bertarung dengan generasi baru yang sama-sama haus prestasi.
Laga ini juga menghadirkan simbol pergantian generasi. Di satu sisi ada Lionel Messi yang masih memimpin Argentina dalam upaya mempertahankan gelar dunia. Di sisi lain, Inggris mengandalkan Jude Bellingham sebagai wajah masa depan sepak bola mereka. Jika Messi mewakili pengalaman, kreativitas, dan kecerdasan bermain, maka Bellingham hadir dengan energi, keberanian, dan naluri mencetak gol yang luar biasa.
Apa pun hasilnya, semifinal ini dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di Piala Dunia 2026. Inggris membawa ambisi mengakhiri penantian panjang menuju final, sementara Argentina bertekad menjaga mimpi mempertahankan mahkota juara dunia tetap hidup. Satu tiket final tersisa. Satu mimpi akan berlanjut. Dan di Atlanta, sejarah baru siap ditulis.