Pelatih Timnas Guinea Kaba Diawara saat bermain untuk Arsenal, Inggris, musim 1998/1999. Foto: Twitter
JAKARTA, (ERAKINI) -Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Guinea pada babak play off Olimpiade, Kamis (9/5/2024) pukul 20.00 WIB WIB. Pelatih Timnas GuineaKaba Diawara mendapat sorotan jelang pertandingan yang akan berlangsung di Stade Leo Lagrange, Besancon, Prancis.
Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan wawancara dengan Kaba Diawara. Dalam video tersebut dinarasikan Diawara menyebut Indonesia merupakan negara miskin.
Banyak warganet yang marah lantaran menganggap Diawara menyepelekan Indonesia. Berdasarkan penelusuran, video tersebut ternyata hoaks. Video itu merupakan unggahan YouTube Clever One Agency berjudul “Wawancara dengan Kaba Diawara, pelatih Guinea.” yang diunggah pada 4 Oktober 2023.
Dalam wawancara tersebut, Kaba Diawara menceritakan karir dan pengalamannya, yang diketahui merupakan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal.
Kaba Diawara menjadi pelatih kepala Timnas Guinea sejak Oktober 2021. Kaba Diawara dalam karier sepakbolanya memang pernan bermain di sejumlah klup top Eropa. Pria kelahiran Toulon, Prancis, 16 Desember 1975 ini bermain sebagai penyerang.
Dia awalnya berseragam Prancis U-21. Ia kemudian memilih berwarganegara Guinea dan masuk dalam skuad timnas senior. Diawara bergabung dengan skuad Guinea untuk Piala Afrika 2006. Guinea saat itu melaju ke perempat final turnamen, di mana Diawara mencetak gol dalam kekalahan akhir 3-2 dari Senegal.
Selama kariernya, Diawara pernah bermain untuk tim Prancis Sporting Toulon, Bordeaux, Rennes, Olympique de Marseille, Nice, Paris Saint-Germain, dan Arles-Avignon, untuk klub Inggris Blackburn Rovers, West Ham United, dan Arsenal, serta klub Spanyol dan Turki.
Diawara pertama kali bermain pada tahun 1993 untuk Toulon dan kemudian pindah ke Bordeaux setahun kemudian. Bersama Bordeaux, ia bermain di Final Coupe de la Ligue 1997. Setelah enam tahun di klub tersebut, ia pindah ke klub Premier League Arsenal pada Januari 1999. Dia melakoni debutnya bersama Arsenal pada 31 Januari 1999 melawan Chelsea.
Diawara tampil 15 kali bersama Arsenal, 12 di antaranya dalam Liga Primier. Saat berseragam Arsenal, Diawara main bersama nama-nama besar kala itu, seperti Tony Adams, Freddie Ljungberg, David Seaman, Nicolas Anelka, Dennis Bergkamp, Patrick Vieira, Martin Keown, dan Marc Overmars.
Pada musim panas 1999, Diawara kembali ke Prancis dan bergabung dengan Marseille. Dia bertahan di Marseille selama enam bulan. Pada Januari 2000 ia bergabung dengan rival klub Paris St Germain (PSG).
Pada musim panas 2000, dia sempat dikaitkan kembali dengan klub Premier League, Everton, namun mereka memilih lebih untuk memperpanjang kontrak Duncan Ferguson. Diawara pun benar-benar kembali ke Inggris pada Agustus 2000, namun bergabung dengan tim Divisi Satu Blackburn Rovers dengan status pinjaman.
Di Blackburn, dia mencetak gol pertamanya dan satu-satunya, dalam pertandingan Piala Liga melawan Rochdale. Setelah masa pinjamannya di Blackburn selesai, dia kemudian bergabung dengan klub Premier League West Ham United dengan status pinjaman untuk sisa musim 2000-01.
Setelah kembali ke Paris St Germain, dia kembali dipinjamkan ke Racing de Ferrol dan Nice. Pada musim 2006–07, dia pindah ke tim Süper Lig Gaziantepspor. Di Gaziantepspor, dia mendapatkan sedikit waktu bermain. Oleh karena itu, pada Januari 2008, dia menandatangani kontrak enam bulan dengan klub Turki Ankaragucu.
Pada Agustus 2008, dia pindah ke Alki Larnaca dari Siprus. Dia akhirnya dilepas oleh Larnaca pada bulan Desember. Diawara kemudian bergabung dengan klub Prancis AC Arles-Avignon dengan status bebas transfer pada tahun 2009. Di Avignon, Diawara melanjutkan karier bermainnya.